CINDERAMATA: Dekan FK Unisma,dr. H. R. Muh. Hardadi Airlangga, SpPD menyerahkan cindera mata pada salah satu narasumber  (duta.co/haris)

MALANG| duta.co – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang menggelar seminar ilmiah kelompok kerja nasional tumbuhan obat Indonesia ( POKJANAS) ke -53 mengambil tema “tumbuhan Moringa Oleifera L. (kelor), Acalypha indica L. (akar kucing), dan Cassia siamea (johar) dengan sub tema hiperurisemia dihadiri sejumlah pakar.

dr. H. R. Muh. Hardadi Airlangga, SpPD, dekan FK Unisnma menyatakan ,Hiperurisemia, prekursor utama dari gout, juga terlibat dalam patogenesis penyakit-penyakit kardiovaskuler dan ginjal seperti hipertensi, atherosclerosis, metabolic syndrome, chronic heart failure, dan chronic kidney disease.

“Deteksi dini kelainan ini, diikuti dengan penatalaksanaan awal seperti perubahan gaya hidup, diikuti dengan pengobatan menjadi sangat penting. Obat untuk menurunkan kadar asam urat yang banyak digunakan selama ini memberikan juga efek samping yang dapat cukup berat meliputi kemerahan dan ruam kulit, gatal, demam, mual, nyeri perut, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, hingga disuria dan hematuria, ikterus dan steatorrhea. Pengobatan dengan tumbuhan obat diharapkan dapat memberikan hasil yang sama dengan efek samping yang lebih ringan,” ungkapnya.

Dan dari seminar ilmiah ini bertujuan untuk mendapatkan hasil temuan penelitian tumbuhan obat khususnya Moringa oleifera L. (kelor), Acalypha indica L (akar kucing), dan Senna siamea (johar).

” Disamping itu dengan seminar tersebut akan memperluas pemanfaatan tumbuhan obat khususnya bagi kondisi hiperurisemia, serta melestarikan dan mempertahankan kesinambungan pemanfaatan tumbuhan obat di kalangan masyarakat dan industri obat tradisional.” jelasnya.

Ditambahkan,Hardadi saat ini tidak saatnya lagi mempertentangkan antara kimia dan tradisional.

” Karena ketika bicara keanekaragaman hayati maka posisi harus ditentukan oleh khasiat dan kepengetahuan akan tanaman obat tersebut,karena nenek moyang kita sudah menjelaskan pencegahan atau mendampingi suatu pengobatan,” jelasnya.

Dekan Fakultas Kedokteran ini mengibaratkan obat herbal sebagai obat yang mengkondusif pada tubuh.

” Dan obat herbal ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak sakit,” tandasnya.

Sementara itu Rektor Unisma, Prof. Dr. Masykuri Bakri menyatakan kegiatan ini sangat strategis.

” Guna membangun komunitas utamanya yang memiliki kecintaan terhadap alam di Indonesia utamanya keanekaragamanan hayati,” ungkapnya.

Dan forum ini ,diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi pada pemerintah pusat  agar ada bantuan penelitian kompetitif pada perguruan tinggi yang memiliki konsen pada pengobatan herbal.

“Dan Unisma sangat berkompeten untuk mempersiapkan hal itu, dangan menyiapkan 15 hektar dimanfaatkan sebagai lahan pengobatan herbal, ” tandasnya.( ais)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan