Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Bakri MSi dalam salah satu acara. 

MALANG | duta.co — Universitas Islam Malang (Unisma) merupakan Perguruan Tinggi pertama yang mengapresiasi Muktamar Pemikiran Dosen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pertemuan akbar para dosen PMII ini memang baru pertama kali diselenggarakan, di mana jumlah dosennya sudah mencapai ribuan. Kampus kebanggaan Nahdlatul Ulama ini pun selain mengapresiasi, juga siap menjadi tuan rumah Muktamar berikutnya.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Bakri MSi, dirinya sebagai pimpinan kampus Islam yang besar yang juga dosen PMII mengapresiasi muktamar PMII. Menurutnya, selama ini tenaga dosen PMII sudah banyak dan tersebar di berbagai lembaga serta instansi. Namun sayang, semuanya belum terkoordinasi potensinya.

“Maka melalui muktamar dosen ini diharapkan dapat menampung berbagai pemikiran yang itu akan menjadi sebuah kekuatan dasyat jika dikumpulkan untuk membangun bangsa dari berbagai sisi,” ungkap Prof Maskuri, Ahad (04/04).

Lebih lanjut, rektor yang dikenal inovatif ini menyatakan pula, jika kini saatnya menghimpun potensi. Muktamar dosen bukan hanya acara kumpul-kumpul, tapi sebisa mungkin dapat menyingkapi berbagai masalah bangsa. Terutama masalah radikalism, juga masalah tenaga kerja Indonesia yang masih didominasi lulusan SLTP.

“Ini merupakan era kolaborasi dan sinergi. Dimana peran Perguruan Tinggi adalah mempersiapkan SDM unggul, yang juga terbiasa berpemikiran out of the box,” ujarnya.

Menurut rektor ‘Kampus Hijau’ ini, jiwa sosial-preuner generasi muda harus dikembangkan. Apalagi bonus demografi yang ada di negara ini, nantinya dapat dikelolah dengan baik, untuk dapat menyiapkan generasi emas. Tapi jangan sampai sebaliknya, bonus tersebut menjadi bencana demografi.

“Pemikiran-pemikiran dosen PMII tersebut mestinya dapat sebagai lokomotif pendidikan, yang perlu di-support satu sama lain,” ucapnya.

Hasil dari musyawarah dosen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, diharapkan akan ada tindak lanjutnya. Pasalnya yang hadir mulai dari jajaran Menteri, Gubernur, para rektor dan dosen PMII mengikuti secara hybrid yang dihelat 5 sampai 7 April ini.

“Ini muktamar yang pertama, maka perlu diapresiasi, dan rektor Unisma yang baru pertama merespons serta mengapresasi,” tutupnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry