SOUVENIR : Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakrie MSi memberikan souvenir kepada Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko di acara seminar Kebangsaan, Rabu (05/12). (ft/dedik ahmad)

MALANG | duta.co– Universitas Islam Malang (Unisma) selalu berupaya memberikan kontribusi terhadap pembangunan kota Malang. Salah satunya, kampus ini menginisiasi dana tanggungjawab sosial perguruan tinggi disalurkan untuk pendidikan gratis anak-anak usia sekolah.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakrie MSi, saat membuka acara ‘Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda untuk Menjaga Kesatuan dan Keutuhan NKRI’, Rabu (5/12) di Hall Usman Mansoer, komplek kampus Unisma.

Ia juga menyampaikan, “Kota Malang ini sebagai kota Pendidikan. Kampus bertebaran di kota ini. Maka sudah selayaknya perguruan-perguruan tinggi ini memberikan CSR-nya untuk kepentingan pendidikan di kota tercinta ini,” ungkap Prof Masykuri.

Orang nomor satu di Unisma ini menuturkan pula, guna mewujudkan kota pendidikan yang sejati, alangkah baiknya jika tidak hanya jumlah kampusnya yang banyak, namun sebagai bentuk kepedulian dan ikut serta dalam pembangunan melalui pendidikan, dengan memikirkan masa depan anak bangsa melalui dana CSR tadi.

“Unisma akan siap memberikan beasiswa untuk anak-anak kota Malang sebagai bentuk kepedulian melalui program CSR,” tandas Prof Masykuri.

Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko turut mengapresiasi upaya Unisma. Bahwa sebelum melangkah meraih prestasi lebih tinggi, maka ppenguatan fondasinya sejatinya ialah Lillahi Ta’ala dan kecintaan terhadap bangsa. Nasionalisme sebagai kekuatan besar karena mimpi besar para pendahulu negara kita adalah untuk membangun suatu negara yang dapat menciptakan perdamian antar bangsa.

Sofyan Edi juga menuturkan, salah satu prioritas program kerja Walikota dan Wakil Walikota adalah mewujudkan pendidikan pembentukan karakter secara berkelanjutan. Membentuk generasi muda yang berjiwa dan berbudi luhur, taat beragama, berjiwa pekerja keras pantang mundur.

Maka untuk itu, akan mulai diterapkan tahun ajaran depan, untuk kelas 1 dan 2 SD akan dibebaskan dari pelajaran baca tulis hitung (Calistung) guna pemantaban pendidikan karakter. Acara wawasan kebangsaan ini sendiri dihadiri pula oleh Wakil Kepala (Waka) Polres kota Malang, Kompol Bambang Cristianto yang juga menjadi narasumber dalam seminar ini. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.