Rektor Unisma saat melakukan MoU dengan pihak Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.  (FT/Humas Unisma)

MALANG | duta.co – Universitas Islam Malang (Unisma)  bersama 24 Perguruan Tinggi lainnya mendapat kepercayaan dari Lembaga Sensor Film RI. Kepercayaan tersebut berupa kontrol terhadap industri perfilman di Indonesia yang harus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan mengandung edukasi.

Menurut Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi, bahwa Lembaga Sensor Film menggandeng Perguruan Tinggi karena lembaga pendidikan ini dipandang bisa membaca paradigma budaya dan peradaban Indonesia dengan kajian ilmiah.

“Nantinya Perguruan Tinggi akan menyoroti soal pakaian, konten, dan lainnya. Serta menekankan film yang membangkitkan cinta tanah air, nasionalisme, membangkitkan ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat,” ungkap Prof Maskuri, Kamis (01/04).

Rektor ini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Sensor FilmRepublik Indonesia di Jakarta. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia dan Meutya Viada Hafid, Ketua Komisi I DPR RI.

Dalam kerja sama itu, setidaknya ada enam poin yang nantinya oleh kedua belah pihak diimplementasikan dalam mendukung program merdeka belajar kampus merdeka.

Ia menggagas adanya lomba film pendek bagi mahasiswa tentang nasionalisme dan anti radikalisme. Ini merupakan salah satu wujud dari hasil kerja sama dengan Lembaga Sensor Film RI. (dah) 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry