SAMBUTAN : Rektor Unisma memberikan sambutan saat pembukaan acara Diklat Penguatan Kepala Sekolah se Kabupten Kediri. (duta.co/dedik ahmad)

BATU | duta.co – Universitas Islam Malang (Unisma) lagi mendapat kepercayaan memberikan Diklat kepada 800 Kepala Sekolah,  kali ini se Kabupaten Kediri.  Kepercayaan dari Kemendikbud ini tidak datang begitu saja. Namun berkat kualitas besar dan kenyang pengalaman membuat kepercayaan ini tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri Bakri MSi. Menurutnya kampus kebanggaan Nahdlatul Ulama ini telah berpengalaman memberikan Diklat kepada dua ribu Kepala Madrasah di seluruh Jawa Timur. Ditunjang dengan kualitas yang dapat diukur dari 4 ribu lebih perguruan tinggi di Indonesia, Unisma masuk rangking 100, juga masuk 5 besar perguruan tinggi di Jawa Timur. Serta berpengalaman memberikan Diklat sejenis sejak 2014.

“Unisma sengaja menggelar Diklat penguatan Kepala sekolah. Ini sebagai pengabdian kepada lembaga pendidikan agar maju hingga dapat bersaing dikanca dunia,” ungkap Prof Maskuri, Kamis (18/09/2019) di hotel Aster Batu.

Rektor Unisma ini juga memberi wejangan perihal lima modal dasar pengembangan suatu lembaga pendidikan. Diantara modal tersebut ialah intelektual, manajerial, hubungan sosial, jaringan kerja, dan yang paling utama adalah spiritual. Berkat menerapkan hal diatas, Kampus hijau ini dapat bertengger menjadi perguruan tinggi bergengsi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Diklat Tingkat Nasional (LDTN) Unisma, Dr Nur Fadjar Arief MPd menjelaskan, diklat diikuti 817 Kepala Sekolah se Kabupaten Kediri. Pelatihan dibagi dalam 5 angkatan, tiap angkatan 160 peserta, yang dibagi dalam 4 kelas. Digelar dengan model Focus Group Discuss (FGD) dan Small FGD dan menggunakan pendekatan andragogi,

“Terdapat 14 materi yang dikemas dalam pola 71 jam selama 7 hari delapan malam. Diantara materi tersebut ialah, pengelolaan guru dan tenaga kependidikan, literasi digital, sarana prasarana, manajerial sekolah, pengelolaan kewirausahaan,” urai Nur Fadjar.

Ketua LDTN Unisma juga menjelaskan, Master trainer dalam Diklat Kepala sekolah ini terdiri dari 4 unsur dosen, dan 4 unsur pengawas yang sudah mengikuti pembekalan sebagai pemateri. Masing-masing kelas akan didampingi oleh 2 tenaga tersebut.

Nur Fadjar berharap, “Peserta Diklat KS ini diharapkan meningkat kemampuan profesionalismenya sebagai kepala sekolah. Hingga berdampak meningkatnya pula kualitas pendidikan sekolah-sekolah, dan berdampak pula pada mutu pendidikan nasional,”.

Diklat Kepala Sekolah ini merupakan hibah dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mendapatkan hibah ini melalui mekanisme kompetisi. (dah)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry