Wakil Rektor II Unisma, Dr Noor Shodiq Askandar SE MM (paling kiri) bersama mahasiswa Unisma penerima santunan zakat fitrah. (FT/IST)

MALANG | duta.co – Di tengah pandemi covid-19, Universitas Islam Malang (Unisma) kembali memberikan perhatian kepada para mahasiswanya. Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, Sabtu (9/5) siang, Unisma memberikan bantuan kepada ratusan mahasiswanya yang masih berada di Malang karena tidak bisa mudik.

Bantuan berupa paket sembako dan zakat fitrah diberikan kepada mahasiswa luar kota yang masih berada di Malang. Unisma mempercayakan Takmir Masjid Ainul Yaqin untuk mengelola dan menyalurkannya. Para mahasiswa yang berada di Malang mendaftar dengan google form untuk selanjutnya diregestrasi sebelum menerima paket bantuan.

Bantuan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa, terlebih saat ini mereka terisolasi karena tidak bisa pulang ke kampung halaman. Ditambah harga bahan pokok yang kian mahal menjelang lebaran. Hal tersebut dirasakan oleh M Mas’ud Hakim, mahasiswa Unisma asal Riau. “Kami sangat bersyukur kampus memberikan bantuan ini, setidaknya ketika kami tidak bisa bersama keluarga kebutuhan kami disini terbantu,” katanya.

Hal senada diungkapkan Dipo Dwitanto, mahasiswa Fakultas Pertanian Unisma. Ia mengatakan selama Pandemi covid-19 ia seringkali terkendala masalah kebutuhan pangan. Keluarga yang juga kena dampak juga harus bersusah payah mengirim uang untuk kebutuhannya di Malang. “Saya pernah kesulitan, uang tinggal sedikit sementara bahan pokok makin mahal. Karena saya di kosan masak sendiri bersama teman-teman,” ujar mahasiswa asal Samarinda ini.

Sejak menjadi mahasiswa, mereka belum pernah pulang ke Samarinda, ditambah saat ini dihadapkan dengan pandemi covid-19. Unisma terus memberikan support dengan menyalurkan bantuan berupa sembako. Dan beberapa waktu sebelumnya Unisma juga membantu dengan uang tunai bagi mahasiswanya yang masih ada di Malang.

Ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma, Kukuh Santoso SPd MPdI, mengatakan, bantuan untuk para mahasiswa kali ini berupa paket sembako dan zakat fitrah. Terhitung ada 700 paket yang berhasil dihimpun oleh pengurus takmir. “Ini merupakan program kampus yang dipercayakan kepada kami pengurus takmir,” ujarnya.

Menurutnya, para mahasiswa tersebut layak dibantu karena kesulitan ekonomi yang dialami saat ini. “Ini merupakan bentuk kepedulian kami para dosen dan karyawan Unisma kepada para mahasiswa. Semoga apa yang bisa kami berikan dapat membantu meringankan beban yang mereka rasakan saat ini. Terutama bagi mahasiswa yang tidak bisa mudik,” tuturnya.

Paket sembako yang diberikan kepada mahasiswa berisi gula, minyak goreng, mie dan teh. Ditambah beras dari zakat fitrah para dosen dan karyawan. “Satu peketnya senilai 100 ribu ditambah beras zakat fitrah,”  imbuhnya.

Masjid Ainul Yaqin Unisma sendiri mempunyai program tersendiri dalam bidang sosial. Setiap Bulan Ramadan masjid ini juga menyalurkan sembako dan zakat fitrah kepada kaum dhuafa. Dananya dari sivitas kampus dan masyarakat umum yang sebagian dirupakan beras dan pernah mencapai hingga satu ton. “Biasanya kami bagikan nanti menjelang lebaran,” pungkasnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry