MENELITI : Mahasiswa FMIPA Unisma sedang meneliti tanaman di Taman Quran. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Bagi yang keingintahuan besar terhadap  berbagai hal seputar kehidupan, Fakultas Matematika dan IPA (MIPA) Unismalah tempatnya. Diajar oleh dosen-dosen profesional, sarana praktikum Tanaman Alqur’an, hingga berkesempatan dikunjungi Ahli Fisika dari Rusia.

Disampaikan Dekan FMIPA Universitas Islam Malang (Unisma) Dr Dra Ari Hayati MPd bahwa biasanya keingintahuan yang besar yang mendorong calon mahasiswa untuk memilih jurusan yang berjuluk Mother of Science ini. Fakultas yang telah berdiri 30 tahun lamanya ini memang wadah untuk menjawab rasa penasaran dan ingin tahu yang kuat yang akan terjawab dengan menimba ilmu di fakultas MIPA ini.

“Biasanya  peminat jurusan ini keinginantahuannya kuat, senang meneliti,” ungkap Ari Hayati.

Kampus kebanggaan NU ini memang memanjakan mahasiswa para calon peneliti. Hal ini terlihat jelas dengan lengkapnya fasilitas laboratorium Biologi. Apalagi dengan dilengkapi pembuatan Taman tanaman yang ada di dalam Alqur’an. Tidak sekedar budidaya tanaman Tin, Zaitun, Alfa fa, namun juga dijadikan racikan teh.

“Khasiatnya menyegarkan dan menyehatkan badan. Serta dapat menangkal berbagai penyakit berbahaya,” urai Dekan FMIPA Unisma ini.

Keberadaan fakultas yang memiliki program studi Biologi ini ternyata ingin menjadi kemaslahatan bagi masyarakat. Yakni menjadi ujung tombak program lingkungan, seperti pembinaan dan pengelolaan Bank Sampah Malang, dan ikut menjadi inisiator menggalakan pembuatan biopori kampung wisata Glitung Go Green.

Getolnya bermanfaat bagi umat diiringi pula oleh FMIPA Unisma dengan moncernya prestasi. Tercatat berhasil menyabet juara I dalam event Comparative Study dari 3 negara, dalam kompetisi bidang bisnis plan. Juga berhasil menggondol juara III dalam kategori Produksi dan Budidaya, Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Maret kemarin.

Hebatnya lagi FMIPA Unisma hampir langganan tiap tahunnya mendapat dana penelitian dari Kementrian Riset dan Tekhnologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Prestasi dosen dalam penelitian 2019 didanai Kemenristek Dikti berhasil mengajukan 3 judul sekaligus. Dan untuk program Pengabdian Masyarakat sukses ajukan 2 judul, yaitu tentang inisiasi pembentukan bank sampah di suatu desa di Kabupaten Malang. Serta pemberdayaan ketrampilan siswa di salah satu SMK di batu dalam pembuatan produk herbarium kering.

“Alhamdulillah kami hampir tiap tahun dapat dana PKM. Dan luar biasanya tahun 2019 ini mendapat dana hibah dari pengajuan 2 judul sekaligus,” terang Ari Hayati.

Menapaki langkah menuju World Class University, FMIPA Unisma April kemarin mengirim 6 dosen untuk berkunjung studi banding ke 2 Universitas terkemuka di Thailand. Yakni pertukaran mahasiswa dengan Ayuthaya Rajabhat University dan Studi banding mengenai Halalan Scient Centre ke Chulalongkorn University Bangkok.

Berkat deretan keunggulan dan keunikan FMIPA Unisma tersebut, dalam acara Global Summit yang digelar dengan mengundang hampir 40 Rektor dari berbagai belahan dunia. Fakultas ini berkesempatan menggelar Guest Lecture yang menghadirkan ahli Fisika dari Rusia, Prof Elchin Gashimov. (dah)