PAKISTAN | duta.co – Tontonan memang bisa menjadi racun, jika tidak selektif. Barangkali inilah yang sedang berada di benak pemerintah Pakistan. Yang paling diantisiasi adalah maraknya film India dan Hollywood. Karenanya, selama idul fitri ini, Pakistan melarang sementara untuk pemutaran film-film tersebut.

Ini seperti dilansir dari Times of India, pemberitahuan ini dikeluarkan oleh Kementerian Informasi dan Penyiaran. Pameran dan pemutaran film India dan film asing, akan dilarang dari dua hari sebelum Idul Fitri hingga satu minggu setelahnya.

Waktu ini tayang itu telah dikurangi oleh kementerian. Sebelumnya film Bollywood dan Hollywood dilarang diputar di Pakistan dua hari sebelum Idul Fitri hingga dua minggu setelahnya. Dilansir dari The Indian Express, seorang pejabat di kementerian mengatakan langkah itu telah diambil atas permintaan oleh peserta pameran film, distributor, dan rumah produksi Pakistan.

Dengan adanya larangan tersebut, tidak ada bioskop di Pakistan yang akan diizinkan untuk menampilkan film India selama liburan Idul Fitri yang biasanya berlangsung selama empat hari. Pejabat lain dari Asosiasi Peserta Pameran Pakistan menegaskan bahwa mereka telah menerima pemberitahuan tersebut. “Pemberitahuan itu mengatakan bahwa larangan sementara sedang diberlakukan, hal ini dilakukan untuk mempromosikan film lokal pada saat Idul Fitri, waktu dimana minat untuk menonton bioskop sangat besar,” katanya.

Dia mengatakan pemberitahuan itu juga berlaku untuk liburan Idul Adha yang akan jatuh sekitar akhir Agustus atau September mendatang. Para produser film dan seniman Pakistan telah mengeluh selama dua tahun terakhir bahwa film-film baru mereka mengalami persaingan dengan film-film India dan Hollywood, karena terbatasnya jumlah bioskop di negara mereka. Sehingga mereka tidak dapat melakukan bisnis dengan baik.

Dilansir dari Times of India, Ketua Asosiasi Distributor Film Pakistan, Chaudhry Ejaz Kamran menyalahkan kelompok distributor film Bollywood karena merongrong bisnis film-film. Kamran mengatakan, kelompok itu selalu berkuasa. Mereka tidak mengerti, karena tekanan ini, kesejahteraan film lokal akan terganggu. “Para distributor yang membeli film Pakistan akan menderita sekarang,” ujar Chaudhry Ejaz Kamran. (sumber republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.