Penyerahan bantuan dari Uni-Charm Indonesia Tbk ke Pemprov Jawa Timur, Sabtu (27/6/2020). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – PT Uni-Charm Indonesia Tbk memberikan bantuan popok dewasa sekali pakai serta pembalut wanita bagi para tenaga kesehatan dan pasien Covid-19.

Total donasi yang diberikan lebih dari 40 ribu lembar dan menyerahkan secara langsung kepada kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Sabtu (27/6/2020) lalu.

Donassi ini sebagai sebuah lanjutan atas aksi yang sebelumnya sudah dilakukan pada Mei lalu di mana perusahaan sudah memberikan ke 32 rumah sakit rujukan di Jakarta dan Karawang.

Penyerahan donasi ke Pemprov Jawa Timur itu  langsung diwakili Kozo Nozaki sebagai Representatif Manajemen PT Uni-Charm Indonesia Tbk dan diterima langsung Abimanyu Ponco Atmojo Iswinarno selalu Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim.

Kozo Nozaki mengatakan apa yang terjadi dan dialami  para petugas medis di lapangan membuat perusahaan perlu mengambil langkah untuk turut berkontribusi positif.

Pemberian donasi ini dengan mempertimbangkan banyak hal. Terutama para petugas medis yang harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap yang terkadang tidak bisa dibongkar pasang selama bekerja.

Sehingga para tenaga medis itu harus menahan pipis selama bertugas demi meminimalisir pemakaian APD yang semakin terbatas jumlahnya.

Dengan donasi produk dari Uni-Charm ini setidaknya para tenaga medis tidak lagi menahan pipis yang dampaknya kurang baik bagi kesehatannya sendiri.

Karena popok ini bisa tahan hingga sembilan jam pemakaian. Sehingga jika ingin buang air kecil bisa dilakukan tanpa harus membuka APD terutama baju hazmatnya.

“Kami mempertimbangkan produk kami menjadi solusi dari permasalahan ini,” ujar Kozo Nozaki.

Abimanyu Ponco Atmojo Iswinarno mewakili Pemprov Jatim mengucapkan terima kasih atas donasi yang diberikan Uni-Charm Indonesia untuk petugas medis.

Dikatakan Abimanyu banyak kendala yang setiap harinya dihadapi petugas medis di lapangan saat menangani pasien dengan APD lengkap.

“Produk ini sejatinya akan sangat bermanfaat bagi para petugas medis yang harus menggunakan APD seefektif mungkin sehingga terbatasi ruang geraknya untuk buang air ketika di zona merah,” ujar Abimanyu. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry