Tim perintis bersama rektor UIN Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co –  Dalam waktu dekat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merintis dan mengembangkan asrama mahasiswa berbasis pesantren. Sebagai langkah awal, Rektor Unesa telah membentuk tim perintis.

Jumlah anggota tim terdiri dari 16 dosen dari 7 fakultas yang ada di Unesa. Ketua timnya adalah Dr. H.M. Turhan Yani, M.A dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum.

Sedangkan untuk sekretaris yang ditugaskan adalah Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag dari Fakultas Teknik.

Sebelumnya, Unesa sudah memiliki asrama kampus yangg berada di kampus Lidah Wetan. Asrama itulah yang akan dikembangkan dan dikelola dengan sistem pesantren.

Tim yang telah dibentuk memiliki beberapa tugas. Di antaranya merancang konsep asrama berbasis pesantren.

Kemudian menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh-tokoh pesantren di Jawa Timur.

Untuk sementara, FGD sudah dilakukan di kota Santri Jombang yang bertempat di Pesantren Denanyar pada November 2018 lalu yang diikuti oleh para pengasuh dari beberapa pesantren besar se Jatim.

Tim pun sudah melakukan studi ke kampus lain yang sudah memiliki asrama pesantren mahasiswa. Kampus yang dikunjungi diantaranya Universitas Islam Indonesia  (UII) Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Di UII, delegasi Unesa  diterima oleh Wakil Rektor III Dr. Drs. Rohidin, M.Ag. Sementara di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang langsung disambut oleh Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag.

Ketua Tim Perintis Dr. H.M. Turhan Yani, M.A mengatakan bahwa tujuan pengembangan asrama berbasis pesantren tersebut adalah sebagai wadah sentral pembentukan karakter mahasiswa yang senafas dengan nilai keagamaan dan kemasyarakatan.

Agar mereka memiliki karakter unggul dan berkualitas sebagaimana yang dicita-citakan Unesa. Kemudian untuk memperkuat spiritual mahasiswa sebagai insan akademis agar kelak menjadi insan yang bermartabat dan bermanfaat bagi sesama.

“Selain itu juga untuk memperkuat wawasan keagamaan dan kebangsaan mahasiswa sehingga memiliki pemikiran yang moderat serta selaras dengan ideologi Pancasila dan NKRI,” ujar dosen Agama Islam Unesa tersebut.

Hasil dari rangkaian FGD dengan tokoh-tokoh pesantren dan studi banding ke dua kampus itu mendapat respon positif dan masukan dari Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan beserta jajaran pimpinan universitas.

Hasilnya akan dijadikan sebagai bahan untuk merancang dan  menyiapkan asrama Unesa berbasis pesantren tersebut.

“Dalam waktu dekat ini, bakal terealisasi secepatnya,” kata Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. end/ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.