Ketua PKM Unesa Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T.

SURABAYA | duta.co – Banyak sekali produk unggulan Unesa baik dari hasil penelitian maupun Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang belum dihilirisasi dan dikomersialkan secara luas di masyarakat. Beberapa di antaranya berupa produk Teknologi Tepat Guna (TTG) seperti software, robot, produk otomotif, kosmetik dan obat-obatan, makanan, media pembelajaran dan banyak lagi lainnya.

Sebagai solusi Unesa mendirikan Unesa Science and Techno Park (USTP) sebagai unit business untuk display produk unggulan sekaligus menjual produk hasil penelitian dan PKM yang dihasilkan sivitas akademika Unesa. Menurut Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T., di unit business ini didispay bermacam produk tepat guna, “Di USPT ini semua dipajang dan ditawarkan kepada masyarakat. Ada software, robot, drone, teknologi produk artificial intelligence, knalpot ramah lingkungan, hairtonic, sabun, kosmetik, obat, makanan & minuman, jamu herbal, perangkat pembelajaran, media pembelajaran, modul, panduan praktikum maupun buku teks, buku ajar dan inovasi lainnya,” jelasnya dalam rilis, Sabtu (9/1/2021).

Warju menambahkan, PKM yang dia lakukan ini menjadikan Universitas Negeri Surabaya sebagai mitra utama yang menyediakan bangunan gedung dua lantai dari container di Jl. Unesa-Cita Raya. “Di Unesa Science and Techno Park semua produk unggulan hasil  sivitas akademika Unesa bisa dinikmati dan dibeli masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut Warja menjelaskan, tujuan dari PKM ini adalah membuat unit business berbasis produk penelitian dan PKM sivitas akademika Unesa untuk hilirisasi dan komersialisasi produk penelitian dan PKM yang nantinya disebut sebagai Unesa Science and Techno Park (USTP).

“Target khususnya adalah menghasilkan income generating unit bagi Unesa untuk mendukung klasterisasi perguruan tinggi dan PTN-BH. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka PKM ini dibagi dalam beberapa tahap kegiatan, yaitu mengumpulkan produk penelitian dan PKM selama 5 tahun terakhir yang siap jual sebagai produk unggulan Unesa, mendesain dan melengkapi mebelair di unit business,” lanjutnya.

Dari PKM penugasan ini telah dihasilkan tiga produk unggulan Unesa yang telah komersial, yaitu kosmetik nanogold (day cream dan night cream), serum nanogold, dan hairtonic ekstrak pandan wangi yang diberi merek Haircos. “Produk unggulan ini telah mendapatkan sertifikat granted untuk paten, marek, dan desain industrinya. Produk ini juga telah mendapatkan sertifikasi BPOM. Selama tahun 2020, 3 produk unggulan Unesa di booth 1 ini telah terjual sebanyak 301 pcs dengan revenue sebesar Rp. 17.150.000,” tambahnya lagi.

Selain itu, untuk produk buku ajar karya dosen Unesa sejak 2015-2019 sebanyak 557 judul yang siap dijual di booth 2 USTP. “Sedangkan booth 3 USTP, diisi dengan produk inovasi knalpot sepeda motor ramah lingkungan dimana sertifikat paten dan merek MCC  Metallic Catalytic Converter telah granted dan saat ini sedang proses sertifikasi produk SNI,” ujar Warju yang juga ketua PKM ini.

Masyarakat yang datang di Unesa Science and Techno Park juga bisa menikmati produk inovasi makanan dan minuman berbasis daun kelor Moringa Food Center yang tersedia di booth 3 USTP.

PKM yang direalisasikan Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T. , Prof. Dr. Darni, M.Hum, Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, S.Si., M.Si, Marsudi, S.Pd., M.Pd. dan Prima Vidya Asteria, S.Pd., M.Pd. turut mewujudkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang telah masuk sebagai Klaster mandiri. Sedangkan, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah masuk sebagai klaster unggul untuk menjadikan Unesa menuju sebagai PTN-BH. rls

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry