
SURABAYA | duta.co – Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) UNAIR, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah, MSi PhD mengaku Unair mengantisipasi terjadinya kecurangan saat UTBK.
Unair tidak memberikan ruang bagi praktik perjokian. Meskipun sistem terus diperbarui, pengawasan tetap menjadi prioritas utama. “Kita tetap berhati-hati dengan hal ini (joki), agar kiranya kasus perjokian ini bisa kita hilangkan,” tegasnya.
Ia juga berpesan bagi seluruh peserta agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga secara fisik. Ia menyoroti pentingnya mengetahui lokasi ujian terlebih dahulu.
”Kami sangat berharap siswa dapat mengetahui lokasi dan mempersiapkan mental. Jangan lupa sarapan, karena itu juga menentukan dalam proses penyelesaian tugas atau ujian yang berlangsung,” katanya.
Unair sendiri menjadi salah satu pusat UTBK selama 10 hari ke depan. Tahun ini Unair menampung 16.672 peserta yang akan mengikuti UTBK. Total peserta tersebut mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang disediakan yakni sebanyak 17.600 kursi. “Peserta berasal dari 38 provinsi dan cluster Luar Negeri,” ungkapnya.
Menurutnya, fasilitas dan ruangan pun juga disiapkan sebaik mungkin. Pada UTBK tahun ini, lokasi ujian tersebar di 10 gedung kampus B dan C dan terdiri dari 22 ruangan CBT.
“Kampus B berada di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Vokasi (Gedung A dan C). Sedangkan di Kampus C ada di Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan FKM,” tuturnya.
Mengenai fasilitas, Prof. Amin menekankan pentingnya kenyamanan bagi peserta, terutama bagi mereka yang harus berjuang di sesi pagi. UNAIR menyediakan ruang transit dan sarapan pagi di setiap lokasi.
”Fasilitas khusus dari pihak UTBK UNAIR yakni seluruh lokasi dilengkapi ruang transit peserta, serta disediakan teh hangat dan snack pagi untuk peserta sesi pagi. Kami juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans untuk antisipasi,” jelas Prof. Amin.
Namun, ia juga mencatat adanya peserta yang gugur pada hari pertama. Berdasarkan data panitia, terdapat 37 peserta yang tercatat tidak hadir pada sesi pembukaan ini tanpa konfirmasi lebih lanjut. Sedangkan peserta yang hadir pada sesi pertama yakni 843.
Prof Amin juga menyebutkan bahwa salah satu poin penting dalam pelaksanaan UTBK hari pertama adalah keberadaan peserta disabilitas. Ada 22 disabilitas yang akan mengikuti ujian siang ini. ”Untuk peserta khusus, ada 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa yang ujiannya akan dilaksanakan di sesi kedua hari ini,” tambahnya. ril/lis





































