ASESOR : Ketua Rombongan Assesment AUN-QA, Prof Dr Ngo Van Thuyen (kiri depan) di dampingi Wakil Rektor I UM Prof Dr Budi Eko Sutjipto saat akan melepas kepulangan Tim Assesor AUN-QA. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Universitas Negeri Malang (UM) tiada henti mengedepankan mutu lulusannya. Yakni dengan menyiapkan out put yang unggul dalam menjawab kebutuhan jaman. Hal ini ditunjukan dengan 4 Prodi yang telah diassesment oleh AUN-QA. Kedepan, diharapkan wisudawan universitas ini mutunya berdaya saing sama dengan perguruan tinggi ternama se Asean.

Dijelaskan Dr Imam Agus Basuki, Ketua Satuan Penjaminan Mutu UM, seusai melepas tim Assesor dari AUN-QA (Asean University Network-Quality Assurance), Kamis (23/5/2019) di gedung Rektorat UM. Bahwa mulai 21 sampai 23 Mei ini jejaring penjamin mutu universitas di seluruh Asean ini telah berkunjung langsung ke UM untuk melihat langsung 4 Program Studi (Prodi).

“Diawali dari tawaran universitas pada prodi yang siap. Semula hanya Bahasa Inggris. Tapi ternyata dalam perjalanannya dalam melakukan assesment malah dapat dimaksimal empat prodi,” jelasnya.

Empat prodi di Universitas Negeri Malang yang dinilai asesor dari AUN-QA diantaranya, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Sastra dan dua prodi di FMIPA yaitu Biologi dan Fisika. Untuk penilaian beberapa Prodi ini, UM menyiapkan selama dua tahun. Sertifikasi AUN-QA sangat penting artinya bagi perguruan tinggi ini guna meningkatkan mutu dari lulusannya.

Ditambahkan oleh Imam Agus, dalam proses persiapan sertifikasi tersebut, secara tak langsung UM dapat memonitor kekurangan dan kelebihan prodi, serta manfaatnya secara khusus dalam meningkatkan kualitas prodi dan secara umum Universitas Negeri Malang.

Sementara itu, Ketua rombongan AUN-QA, Prof. Dr. Ngo Van Thuyen menyatakan, pihaknya telah memaparkan apa yang harus dilakukan dan ditingkatkan dalam proses ini. Tentu saja ada tahapan masing-masing prodi untuk dilakukan assesment.

“Semua assessment sudah selesai dan hasilnya diserahkan pada masing-masing prodi untuk mengumumkan pada masyarakat,” jelas Thuyen.

Ngo Van Thuyen juga menyampaikan, point penilainya sendiri pada sejauh mana peran Prodi melalui output alumni dan pihak-pihak terkait. Nantinya, hasil tersebut juga menjadi rujukan dan evaluasi yang akan diterbitkan dalam jejaring perguruan tinggi di Asean. Sehingga, harapannya dapat membantu sebagai pembanding dengan seluruh universitas di Asia Tenggara,” urainya. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.