Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang (UM), Dr Mu'arifin MPd saat membuka PKKM, Jum'at (18/09).

MALANG | duta.co – Universitas Negeri Malang (UM) meski pandemi tetap menggelar kalender akademik, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan sistem asinkron.

Menurut Wakil Rektor III UM, Dr Mua’arifin MPd, PKKMB itu adalah pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru yang dulu ngetren namanya ospek. Namun kali ini dikemas dengan model daring asinkron, yaitu semuanya dilakukan secara online tapi tidak langsung.

“Dikarenakan situasi pandemi yang seperti ini, akhirnya UM memutuskan PKKMB 2020  menggunakan sistem daring, semuanya online,” ungkap Mu’arifin, Jum’at (18/09).

Dilanjutkan WR III ini, bahwa semua materi PKKMB UM dapat diakses di channel YouTube.  Jadi semua mahasiswa baru akan mengakses di tayangan tersebut, tidak ada komunikasi langsung. Diistilahkan asinkron, yang merupakan gambaran tidak ada komunikasi langsung.

“Jadi nantinya nggak akan ada yang namanya bully atau kekerasan verbal dan  macam-macamnya. Karena mereka itu tidak  langsung berkomunikasi,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut digelar selama 4 hari, diikuti sekitar 7.300 mahasiswa, gabungan 7.000 maba dan 300 mala yang sebelumnya tidak ikut. Sengaja dibuat model asinkron, selain protokol kesehatan, agar mahasiswa bebas akses kapanpun dan dimanapun, seperti YouTube. Namun memiliki batasan waktu pada tugas yang diberikan.

Mu’arifin menjelaskan, selama empat hari tersebut akan ada tugas-tugas yang harus dikerjakan, berupa materi-materi yang dikemas dalam bentuk video, PPT, suplemen/narasi. Penyelesaian tugas ini sekaligus mengukur tingkat kehadiran maba dan mala dalam PKKMB.

Melalui sistem asinkron ini, kata dia, mahasiswa memang diberikan kebebasan, tapi tetap harus sesuai dengan panduan yang ada terkait pengerjaan tugasnya. Jadi sifatnya seperti modul belajar pembelajaran jarak jauh. Sehingga mahasiswa bisa belajar sendiri dari konten-konten tersebut. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry