GRESIK | duta.co – Ribuan suporter tim sepak bola Persegres Gresik United kembali menggelar unjuk rasa, kali ini ke DPRD Gresik. Mereka menuntut Komisi IV memanggil elemen terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Gresik dan pemilik club (owner). Mereka menuntut adanya hearing sebab  ingin mengetahui legalitas peralihan dari tim sebelumnya yakni Gresik United FC, kini menjadi Persegres Gresik United.
Kegelisahan para suporter karena diketahui tim yang terdegradasi ke liga II ini belum menunjukkan tanda-tanda persiapan. Pasalnya tim lain diketahui sudah mempersiapkan diri menyongsong liga tahun ini. Begitu juga surat resmi yang dikirimkan ke Manageman bahkan ke Bupati juga tak digubris.
Imam Junaidi, sekretaris Ultras Gresik menyayangkan banyak hal tentang nasib sepak bola di Gresik saat ini. Stadiun Gelora Joko Samudro misalnya, pembangunan dengan ratusan miliar rupiah namun hingga saat ini belum juga digunakan. Padahal memiliki tim di strata Nasional, akan tetapi tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
“Kami inginkan adanya kejelasan persiapan tim ini (Persegres GU) begitu juga dengan legalitas peralihannya dari tim sebelumnya. Masalahnya kami melihat terkesan menjadi tim milik pribadi, padahal dulu Gresik United (GU) milik masyarakat Gresik,” ucapnya saat diterima oleh Komisi IV untuk beraudiensi, Senin 22/1/2018.
Juned sapaan akrabnya menambahkan bahwa tim yang saat ini turun kasta ini juga terkesan ada yang ditutupi. Pasalnya Manageman sendiri tidak mau transparan akan kesiapan timnya ikut atau tidak mengikuti liga II nanti. Bahkan Ia memisalkan, “Ibarat kurungan (sangkar) burung yang mewah dan megah, tapi burungnya jenis emprit (Pipit yang nilainya rendah),” tambah Juned.
Sementara itu, ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda tidak banyak memberikan solusi, meski pertemuan terlihat bersahabat. Namun pihaknya berjanji akan memanggil elemen yang bersangkutan untuk melakukan dengar pendapat (hearing). Menurutnya dengan begitu nanti diharapkan ada titik temu terkait permasalahan yang diingatnya Ultras Gresik.
“Kami putuskan besok Senin tanggal 29 Januari kami akan kumpulkan, namun diingat kami sebatas memberikan fasilitasi. Mudah -mudahan undangan resmi Komisi IV nanti akan dihadiri oleh Owner, KONI dan juga Dinas Pemuda dan Olahraga Gresik,” pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya Gresik memiliki tim yang bernama Persegres pada status regional Jatim dan akhirnya tenggelam. Seiring waktu Petrokimia Putra menjuarai liga kasta tertinggi yakni liga bank mandiri tahun 2003. Petrokimia resmi dibubarkan dan diambil alih oleh Gresik United karena desakan suporter Ultras Gresik pada 2005. (gus/sal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.