JOMBANG | duta.co – Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, yang berada di Desa Losari, Kecamatan Ploso, menggelar santunan nasional ke-17. Kegiatan itu sengaja digelar, dalam rangka mengagungkan Maulidin Nabi Muhammad SAW. Serta, Hari Ulang Tahun Organisasi Dhilaal Berkat Rohmat Alloh Shiddiqiyyah Ke-21.

Santunan nasional diawali dengan doa bersama untuk bangsa dan negara. Dipimpin langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba Kyai Muhammad Mu’thi secara virtual dari Pondok Pesantren (Ponpes) Majmaal Bahrian Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. Dengan diikuti ribuan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah Se-Indonesia dan perwakilan luar negeri, pada Minggu (24/10/2021).

Sementara itu, dalam sambutanya, Ibu Nyai Shofwatul Ummah, Ketua Umum Dhilaal Berkat Rohmat Alloh Shiddiqiyyah Indonesia, mengatakan, santunan ini terselenggara karena dorongan rasa cinta tanah air Indonesia.

“Agenda rutin ini dapat terlaksana karena ada cinta, cinta dan cinta. Cinta kepada Alloh, cinta kepada Rosululloh, cinta kepada sesama manusia. Serta, kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan cinta yang tulus ini Alloh melimpahkan Berkat Rohmatnya,” katanya.

Terpisah, Humas Panitia Santunan Nasional Pusat Edi Setiawan, menjelaskan, santunan nasional ini merupakan agenda rutin tahunan untuk bangsa Indonesia dan NKRI. Diperkirakan sekitar 40 ribu fakir miskin dan anak yatim se-Indonesia dan luar negeri menerima santunan. Dana santunan nasional yang disantunkan sekitar Rp 4 miliar lebih.

“Tahun 2021 ini adalah santunan nasional ke-17. Dengan mengagungkan Maulidin Nabi, kita yakin bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia senantiasa akan mendapatkan Berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa. Indonesia jaya dan lestari,” jelasnya.

Ditambahkan, Sekretaris Panitia, Nur Hadi, memaparkan, data satunan setiap tahunnya terus meningkat. Ini menunjukkan kesadaran warga Shiddiqiyyah dalam mensyukuri Maulidin Nabi dan kecintaan warga Shiddiqiyyah pada NKRI.

Untuk pertama kali santunan nasional diselenggarakan pada 2006, yang disantuni 6.517 orang dengan nilai Rp 530 juta, tahun 2007 yang disantuni 9.311 orang dengan nilai Rp 760 juta, tahun 2008 yang disantuni 8.946 orang dengan nilai Rp 800 juta, tahun 2009 yang disantuni 10.380 orang dengan nilai Rp 897 juta, tahun 2010 yang disantuni 10.423 orang nilai lebih Rp 1 miliar. Kemudian tahun 2011 yang disantuni 12.081 orang dengan nilai Rp 1,2 miliar, tahun 2012 yang disantuni 15.324 orang dengan nilai Rp 1,7 miliar. Tahun 2013 yang disantuni 19.151 nilai Rp 2,1 miliar, tahun 2014 yang disantuni 19.930 nilai Rp 2,4 miliar.

“Jadi setiap tahun terus naik. Termasuk tahun 2020 lalu pada masa pandemi, Alhamdulillah juga naik. Yang disantuni kurang lebih 35 ribu dengan nilai sebesar Rp 4,2 miliar lebih. Dan Insya Allah tahun ini, 2021, kami yakin juga akan naik,” tandasnya. (dit)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry