UKM Taekwondo Untag Surabaya berjaya di Kejuaraan Nasional dengan memborong 20 medali. DUTA/ist
SURABAYA | duta.co – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Untag Surabaya kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional melalui Kejuaraan Nasional Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026.

Kontingen Untag Surabaya berhasil membawa pulang total 20 medali, terdiri atas 6 medali emas, 6 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Ajang yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, klub, sekolah, perguruan tinggi, dan instansi di seluruh Indonesia tersebut berlangsung di GOR Bung Tomo, Surabaya, pada 19–21 Juni 2026 lalu.

Untag Surabaya mengirimkan 22 mahasiswa dari berbagai program studi untuk ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Pada nomor Poomsae, medali diraih oleh Lausia Riyu Mafada dan Jelita Pricilya Papilaya. Sementara itu, medali pada kategori Poomsae Beregu disumbangkan oleh Vanessa Devi Yovita, Nayla Nafaisah, dan Yafi Maulita Syahda Florenta.

Pada nomor Kyorugi, medali diraih oleh Setia Dimas Mahendra, Hieronymus Timotheo Caesar Asah, Maxy Patrick Nederupun, Fitria Nur Pelita, Nathalia Imanuela, Andri, Charlye Umbu Kapuru Lapu, Frans Julianto Ekatama Leba Djara, Aimee Julieta Aleacia Putri, Dimas Saryanto Nono Nale, Sultan Aliefaadillah Juharto, Halimatusa’diyah Azzahra, Fandy Satrio Pribadi Pawae, Armelia Jenifer Fay, Zenicio Xavier Brito De Carvalho, Yohanes Jose, dan Dimas Dwi Pranata.

Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi UKM Taekwondo Untag Surabaya dalam mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional di bawah bimbingan Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom. Di balik raihan tersebut, setiap atlet menjalani proses persiapan dan menghadapi tantangan yang berbeda sebelum tampil di kejuaraan nasional.

Salah satunya Zenicio Xavier Brito De Carvalho, mahasiswa Program Studi Informatika semester 5 yang menyumbangkan medali perunggu pada kategori Kyorugi Senior Prestasi Under 58 kilogram. Ia terpilih memperkuat kontingen Untag Surabaya melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kemampuan teknik, kondisi fisik, kedisiplinan latihan, serta pengalaman bertanding.

Menghadapi kejuaraan tersebut, Zenicio menjalani persiapan selama beberapa bulan melalui latihan rutin yang mencakup peningkatan kondisi fisik, pendalaman teknik, sparring, strategi pertandingan, hingga evaluasi kemampuan secara berkala. Ia juga menjaga kesiapan mental agar tetap fokus dan percaya diri saat bertanding.

Kompetisi berlangsung kompetitif dengan kehadiran atlet-atlet berpengalaman dari berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Zenicio, terutama dalam mempertahankan fokus dan konsistensi sepanjang pertandingan.

“Lawan yang paling berat adalah atlet yang memiliki pengalaman bertanding tinggi dan strategi yang matang. Tantangan terbesar adalah menjaga fokus dan konsistensi selama pertandingan berlangsung,” ujarnya dalam Keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).

Bagi Zenicio, keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Saya belajar bahwa disiplin, kerja keras, konsistensi, dan mental yang kuat merupakan faktor penting untuk mencapai hasil terbaik dalam sebuah kompetisi,” tambahnya.

Selain Kyorugi, Untag Surabaya juga meraih medali emas melalui nomor Poomsae. Berbeda dengan Kyorugi yang mempertandingkan pertarungan langsung antaratlet, Poomsae menitikberatkan pada penampilan jurus yang dinilai berdasarkan ketepatan teknik, kualitas gerakan, dan kekompakan, terutama dalam kategori beregu.

Salah satu penyumbang medali emas tersebut adalah Vanessa Devi Yovita, mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis semester 5 yang turun pada kategori Poomsae Beregu. Bersama timnya, Vanessa berhasil menampilkan performa terbaik hingga mengantarkan Untag Surabaya meraih medali emas.

Menjelang kejuaraan, Vanessa dan tim menjalani berbagai persiapan dengan tetap menyeimbangkan aktivitas akademik dan latihan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu antara perkuliahan dan latihan sekaligus menjaga kekompakan tim agar dapat tampil maksimal di arena pertandingan. Kerja keras tersebut akhirnya terbayar dengan keberhasilan mereka naik ke podium sebagai peraih medali emas.

“Rasanya senang dan bangga sekali. Walaupun sempat merasa gugup sebelum bertanding, kami bisa saling mendukung dan memberikan penampilan terbaik hingga akhirnya semua perjuangan itu terbayar dengan medali emas,” ungkap Vanessa.

Keberhasilan tersebut menjadi hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh keluarga besar UKM Taekwondo Untag Surabaya. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pembinaan dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry