EKSPOR : Pelatihan ekspor digelar di Aula Frescoworking diikuti ratusan pelaku UKM (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI |duta.co – Sejak pasar bebas dibuka, masyarakat Indonesia dibenturkan dengan tantangan besar. Di sisi lain, masyarakat sebenarnya juga dipermudah jika mampu mengekspor barang hasil produksi dalam negeri. Menghadapi persoalan semacam itu, Freshcoworking bekerja sama dengan UKM Academy menggelar pelatihan ekspor.

Tak tanggung -tanggung, didatangkan narasumber ternama praktisi bisnis ekspor Ir. Nursyamsu Mahyuddin M Sc. Bertempat di Aula Freshcoworking, diikuti sedikitnya 250 peserta merupakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dari warga di Kabupaten Kediri dan sekitarnya untuk mengikuti pelatihan tersebut, Kamis (08/11/2018).

Penggagas acara ini, Eggy Adityawan, sosok pengusaha pemilik Frescho  menjelaskan, perlunya mengekplorasi potensi yang ada di Kabupaten Kediri dan produk usaha kecil menengah (UKM) supaya menjadi layak ekspor ke luar negeri.

“Sebenarnya, semua yang ada di sekeliling kita bisa diekspor. Jangan terlalu lama memikirkan bagaiamana pengirimannya, transportasi, dan lain sebagainya. Karena sudah ada perusahaan sendiri untuk memfasilitasi itu,” ungkap Mas Eggy, sapaan akrab pengusaha muda.

Ia pun memberi contoh, seperti buah nanas di Kabupaten Kediri yang sebenarnya juga layak untuk diekspor. Ditambah lagi banyaknya petani nanas, diprediksi mampu menjadi penopang Kabupaten Kediri sebagai suplier ekspor terbesar.

“Keinginannya potensi yang ada di Kabupaten Kediri bisa diekspor. Sebenarnya di Kediri ini potensi ada, barang ada, tapi mungkin langkah-langkahnya yang perlu dipelajari lebih lanjut. Hal ini supaya kita mampu bersaing dalam perdagangan bebas, tidak hanya menjadi konsumen. Tapi juga mampu menjadi penyuplai barang yang sejatinya tidak ada di negara lain,” tambahnya.

Sementara itu, Ir Nutsyamsu Mahyuddin sebagai narasumber yang juga praktisi bisnis ekspor membeberkan secara luas bagaimana kiat-kiat memulai ekspor yang mudah dan aman. Pendampingan secara terus menerus dan pembentukan komunitas diperlukan agar bisnis ekspor bisa berjalan.

“Semenjak dibukanya kran perdagangan bebas di wilayah Asean, sebenarnya ini memberi ruang bagi kita semua untuk menjadi eksportir. Namun perlu dipahami, dibutuhkan pelatihan  dan pendampingan secara berkelanjutan,” pesan Ir Nursyamsu. (ian/nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.