Prof Busi Santoso saat mengajar mahasiswa FK Unair semester 7 di ruang Propadeus, Senin (20/9/2021). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K), mengawali mengajar tatap muka, Senin (20/9/2021).

Prof Bus, panggilan akrab Prof Budi Santoso, mengajar mahasiswa semester tujuh di ruang Propadeus. Ruang kuliah ini sangat bersejarah karena akan berusia 100 tahun pada 2023 mendatang.

Ada 20 mahasiswa semester tujuh yang mengikuti kuliah langsung, sisanya 230 mahasiswa tetap mengikuti secara online.

Ruang Propadeus sangat memungkinkan untuk dijadikan lokasi kuliah tatap muka di masa pandemi. Karena jarak pengajar dengan mahasiswa cukup jauh. Bahkan ruang duduk mahasiswa bertingkat. Juga jendela-jendsla berukuranbsangat lebar, memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang baik.

Prof Bus memberikan kuliah tentang kistoma ovari atau kista ovarium. Mahasiswa sangat antusias mendengarkan kuliah yang untuk pertama kalinya dilakukan selama pandemi. Bahkan jadwal kuliah seharusnya dari pukul 10.00 – 11.50 mundur hingga pukul 12.30 WIB.

Prof Bus mengakui kuliah tatap  muka ini belum resmi diterapkan.  “Saat mata kuliah yang saya ajarkan, saya berinisitif menggelar tatap muka. Saya konsul ke Satgas Covid-19 FK Unair, ternyata memungkinkan. Ini sebagai ujicoba, kalau berhasil nantinya semua dosen bergiliran akan mengajar tatap muka,” kata Prof Bus.

Kuliah tatap muka ini kata Prof Bus, juga atas imbauan Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih. Rektor meminta dosen-dosen mulai mengajar di kampus walau masih belum ada mahasiswanya. “Kita mulai dulu dari saya. Dan semoga semua aman-aman,” tukasnya.

Satgas Covid-19 FK Unair, dr Rahadian Darto Susilo terlihat selalu memantau jalannya kuliah tatap muka yang digelar FK Unair. Dikatakannya, sejauh ini aman. Karena FK Unair menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Bahkan, ruang kuliah kita itu sangat memungkinkan untuk tatap muka. Karena bangunan Belanda yang memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang sangat bagus. Semua ruang kuliah tanpa AC. Kita siapkan 30 ruang kuliah yang sangat aman dan nyaman,” jelasnya.

Selain itu, penerapan kuliah tatap muka tidak akan seluruhnya dilakukan. FK Unair masih tetap akan memberlakukan kuliah hybrid atau blanded. “Kita akan memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memadukan kuliah online dan offline,” tandas dr Boyke panggilan akrab dr Rahadian.

Salah satu mahasiswa FK Unair semester  tujuh, Nadyalifa Tania mengaku senang bisa kembali ke kampus, bertemu teman-temannya. “Pengennya, kuliah offline terus sampai jadi dokter,” ujarnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry