Senoo Minami mempresentasikan penelitian tentang budaya mandi di Indonesia di depan penguji, Kamis (15/2). duta.co/istimewa

SURABAYA | duta.co – Enam bulan, tiga mahasiswa dari Setsunan University Jepang belajar di Universitas Dr.Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Di masa akhir belajar, mereka pun harus membuat tugas akhir tentang bahasa dan budaya Indonesia. Tugas akhir itu mereka presentasikan di depan penguji, salah satunya sang Rektor, Bachrul Amiq, Kamis (15/2).

Senoo Minami, Asao Kanako dan Saito Konomi terlihat tegang saat berada di depan penguji, termasuk Dekan Fakultas Sastra Cicilia Tantri Suryawati.

Namun, beruntung, para penguji membawanya ke suasana yang santai. Sehingga laboratorim Bahasa dan Sadtra Jepang jadi  penuh gelak tawa.

Apalagi, banyak kejadian lucu selama presentasi. Itu semua tidak lain karena isi presentasi itu sangatlah lucu yang membuat penguji tertawa dan  tersenyum. Misalnya presentasi dari hasil penelitian Saito Konomi. Saito meneliti tentang budaya Islam di Indonesia.

Dia membahas tentang shalat yang biasa dikerjakan umat Islam lima kali dalam sehari semalam. Bachrul Amiq pun iseng bertanya di luar kontek penelitian yang dibuat Saito. “Apa tandanya orang Islam itu harus shalat?” tanya Amiq.

Saito Nampak kebingungan menjawabnya. Dia hanya mengangkat kedua tangannya dan diletakkannya di telinga kiri dan kanannya seperti gerakan takbir ketika shalat. “Eh… eh… adzan. Kalau sudah adzan harus shalat,” jawab Saito.

Amiq pun tersenyum. “Ternyata dia mengetahui dan mengamati itu,” tutur Amiq sambil tersenyum.

Lain Saito, lain pula Senoo Minami. Senoo meneliti tentang cara mendi orang Indonesia. Dikatakannya, mandi orang Indonesia sangat aneh. Justru air diambil dan disiram-siramkan ke tubuh. Padahal di Jepang, justru kalau mandi dengan berendam.

“Saya kaget ketika melihat kamar mandi di Indonesia saat pertamakali datang ke sini. Di Jepang mandi tidak pakai gayung,” ujarnya.

Selain cara mandi, Senoo juga meneliti tentang kebiasaan mandi orang Indonesia.  Di mana dikatakannya orang Indonesia biasa mandi dua hingga tiga kali dalam sehari. “Kalau di Jepang, mandinya sehari sekali ketika mau tidur,” tandas Senoo.

Bachrul Amiq yang mendengar itu tersenyum. Amiq yang pernah menjadi bapak asuh salah satu mahasiswa Jepang di Unitomo itu, mengaku memang kebiasaan orang Jepang mandi sehari sekali.

Rektor Unitomo, Bachrul Amiq (kiri) mengajukan pertanyaan langsung kepada Asao Kanako saat mempresentasikan penelitian tentang pakaian tradisonal Indonesia. duta.co/istimewa

“Kalau kuliah ya mereka hanya gosok gigi, cuci muka berangkat. Bagi mereka, ketika hendak tidur sudah bersih dan mereka tidur di kamar yang ber-AC sehingga tidak berkeringat. Tapi ketika di Surabaya, siang hari walau panas sekalipun mereka tidak mandi. Ya mandinya sebelum tidur,” jelas Amiq tertawa.

Namun Bachrul Amiq mengaku bangga ketiga mahasiswa Jepang itu ternyata benar-benar belajar dengan serius dan mendalami bahasa serta budaya Indonesia.

“Mereka ini ternyata meski hanya enam bulan di Unitomo, sudah mengetahui berbagai budaya yang ada di Indonesia. Bahkan, Senoo Minami sampai tau cara mandi orang Indonesia dan dia bandingkan dengan orang Jepang,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FS Unitomo Cicilia Tantri Suryawati mengaku senang melihat mahasiswa Jepang berpresentasi menggunakan bahasa Indonesia. “Saya senang, bahasa Indonesianya sudah mulai lancer,” ungkapnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.