Rektor UIN Malang, Prof Dr H Abdul Haris MAg (kiri) saat berdialog dengan Pengasuh PP Tambak Beras Jombang, KH Wahiful Ahdi SH MPdI, dalam Talk Show Syiar Ramadan. 

MALANG | duta.co – Universitas Islam Negeri (UIN)  Malang bekerjasama dengan Pondok Pesantren (PP) Tambak Beras Jombang untuk melahirkan ulama intelektual, dan intelektual yang ulama.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh PP Tambak Beras Jombang, KH Wahiful Ahdi SH MPdI, dalam Talk Show Syiar Ramadan. Rektor UIN Malang, Prof Dr H Abdul Haris MAg menjadi host dalam acara tersebut. Pada talk show tersebut terungkap rencana kerjasama kedua belah pihak untuk mencetak Ulama Intelektual, dan Intelektual yang Ulama.

“Di pondok Tambak Beras ini dikenal kaya akan madrasah dan kaya akan keilmuan. Ini merupakan potensi untuk melahirkan cendikiawan-cendikiawan muslim,” ungkap Wahiful Ahdi.

Lebih lanjut, pengasuh pondok terbesar di Jombang ini menerangkan, terdapat 19 lembaga pendidikan di PP Tambak Beras. Mulai dari PAUD sampai universitas, setingkat MTs saja memiliki 4 lembaga. Sedangkan di tingkat SLTA terdapat 9 lembaga yang masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda. Di level perguruan tinggi, pondok ini mempunyai 3 lembaga.

“Potensi-potensi yang sudah ada di santri setingkat Aliyah Tambak Beras ini sayangnya belum bisa ditindaklanjuti,” ujar Gus Wahif.

Gayung bersambut, di UIN Malang yang dasarnya berkonsep pondok pesantren, memerlukan input yang benar-benar dari pesantren. Hingga meskipun menggali ilmu Scient, namun terbuka peluang mencetak ulama yang intelektual, dan intelektual yang ulama.

“Kami ingin melunturkan Stigma, lulusan pesantren pasti menjadi Modin. Namun  sesungguhnya potensinya bisa meraih cita-cita tinggi sesuai kompetensinya,” kata pria berkacamata ini.

Lulusan pondok yang rata-rata berumur 19 tahun yang telah dibekali karakter kompetensi pesantren. Dengan basic keilmuan klasik Islam yang bagus sayang jika tidak ditangkap sebagai Input berkualitas dari UIN Malang.

Ia pun berharap UIN Malang dapat menangkap peluang tersebut. Kemudian tinggal mematangkan potensi yang telah melekat dalam diri santri Tambak Beras.

Kepercayaan akan layanan pendidikan di UIN Malang tak diragukan lagi, lantaran pengasuh pondok pesantren ini juga mahasiswa Pasca Sarjana di kampus pencetak sarjana Ulil Albab ini.

Ia menjelaskan, SDM UIN Malang juga sudah diakui, hingga guru-guru dari PP Tambak Beras perlu dilatih tenaga-tenaga kompeten yang ada di kampus ini. Pendampingan terhadap guru bahasa, serta nantinya dosen perguruan tinggi dihadirkan untuk menjadi penguji di akhir semester.

Rektor UIN Malang, Prof Dr H Abdul Haris MAg menyambut baik sinergitas ini, ia siap mendatangkan dosen dan mahasiswa asing. Apalagi di pesantren ini membuka kelas bahasa Mandarin, pihak kampus berjanji mendatangkan tenaga ekspert untuk meningkatkan daya saing pondok pesantren. (adv/dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry