MALANG | duta.co - Universitas Islam Malang (UIN) Malang mengupas tentang "Puasa dalam Perwujudan Keshalehan Spiritual". Pembahasan ini dikemas dalam Talk Show Syiar Ramadan. Rektor Prof Dr Abdul Haris MAg memimpin acara tersebut.

MALANG | duta.co – Universitas Islam Malang (UIN) Malang mengupas tentang “Puasa dalam Perwujudan Keshalehan Spiritual”. Pembahasan ini dikemas dalam Talk Show Syiar Ramadan. Rektor Prof Dr Abdul Haris MAg memimpin acara tersebut.

Menurut KH Muhammad Nizam Ash Shofa Lc, beragama merupakan langkah menuju keshalehan spiritual dan keshalehan sosial. Guna ke arah tersebut puasa merupakan alat untuk membentuk kebagusan akhlaq, pasalnya, tanpa Siam, nafsu kita akan terus liar.

“Jika ingin merasakan puas dengan nikmat dunia maka puasalah. Jika tidak, maka Anda tidak akan pernah merasa puas,” ungkap Gus Nizam, narasumber pertama dalam Syiar Ramadan ini.

Menurut pandangan Gus Nizam dalam perspektif tasawuf, lewat puasa juga menghantarkan pada manusia menjadi suci kembali, Idul Fitri. Dengan puasa juga akan melemahkan sifat syaiton, namun akan menguatkan sifat kebenaran. Lantaran orang-orang yang benar puasanya tidak akan bisa berbohong, atau memanipulasi sesuatu.

“Puasa yang sebenarnya, salah satu cirinya dapat menghindari lintasan pikiran dari hal-hal yang tidak disukai Allah,” tandasnya.

Senada, narasumber berikutnya, KH M Mujab MTh, menambahkan, puasa sebagai media untuk meniru nabi. Pasalnya, hampir seluruh nabi melakukan ibadah siam. Melalui ibadah ini pula, diharapkan dapat memperbaruhi hubungan dengan alam dan hewan.

Berikutnya ada KH Ahmad Muzaki MA, yang menyatakan, terdapat dua hal yang menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan. Yakni urusan perut dan urusan kemaluan. Maka Alloh Subhana Wat Ta’alah memberikan solusinya lewat pintu puasa dan nikah.

Di sisi lain, imbuhnya, terdapat dalam hadits Qudsi tentang kecintaan kepada Allah harus diiringi dengan kecintaan pula kepada makhluknya. Maka semestinya puasa membawa juga kecintaan manusia akan alam semesta.

Diskusi semakin menarik, tatkala Dr KH Badrudin M Hi menyayakan, jika sesorang sudah memiliki kesadaran spiritual. Maka dampak puasanya berimplikasi positif kepada kehidupan sosialnya. (adv/dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry