MALANG | duta.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengupas sisi fadhilah dari ibadah puasa. Dalam Talk Show Syiar Ramadan, dengan dipimpin rektor kampus ini. dikupas habis kemanfaatan puasa yang ternyata dapat mengangkat kesejahteraan umat.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UIN Malang, Prof Dr Wah idmurni MPd, Islam hadir untuk menyejahterahkan, Rasulullah diutus Allah swt untuk rahmatan lil ‘alamin. Ibadah puasa terdapat pendidikan nilai kepedulian sosial, dengan mendorong seseorang untuk mau berbagi. Bentuk berbagi sendiri tidak melulu harta, namun dapat pula berupa tenaga atau pikiran.

“Dalam Islam, salah satu perangkat untuk menyejahterahkan umat adalah zakat,” ungkap Prof Wahid.

Dr Abdul Basith, menambahkan, bahwa rahmatan lil ‘alamin tidak lepas dari kesejahteraan, baik kebutuhan badaniah maupun kebutuhan spiritual. Maka momentum puasa sebagai alat untuk muhasabah diri, juga sebagai bahan perenungan agar menjadi manusia yang bermanfaat kepada manusia lainnya.

Dengan merasakan lapar saat puasa, lanjutnya, diharapkan akan muncul sikap empati terhadap sesama manusia lain yang memang dalam kekurangan. Juga sebagai pelecut seorang muslim untuk meningkatkan kinerja hingga melahirkan kesejahteraan sosial.

Ditambahkan Dr Hj Umrotul Khasanah MSi, bahwa perintah puasa tujuan akhirnya untuk menjadikan pribadi-pribadi bertaqwa lagi sejahterah. Indikator kesejahteraan dapat ditinjau dari kecukupannya dari kebutuhan sandang, pangan, papan. Juga ketenangan batin, dengan merasa aman dan tentram. Lewat puasa juga mendidik manusia untuk menjadi jiwa yang pandai bersyukur.

“Sesungguhnya puasa merupakan proses pendidikan, agar pelakunya menjadi orang yang bertakwa. Ketika menjadi orang yang bertaqwa maka akan menjadi orang yang sejahterah lahir dan batin,” ucap Umrotul.

Tak kalah menariknya, Dr Ahmad Djalaludin Lc MA, menyampaikan, jika ditinjau dari pandangan Islam, kesejahteraan sendiri dikategorikan saat orang tersebut dapat memenuhi kebutuhan makan dengan yang baik-baik atau Thoyibah. Demikian pula dalam mengenakan pakaian yang bagus.

Instrumen yang dibentuk dalam Ramadhan sendiri ada beberapa hal, yaitu distribusi, pendapatan dan pengeluaran. Dalam hal distribusi, dalam bulan suci ini terdapat angka distribusi bahan pokok yang melonjak lewat zakat dan fidyah.

Orang-orang miskin yang mendapat zakat dan fidyah terangkat daya belinya, pembelian pun meningkat, dengan demikian distribusi barang terdongkrak pula.

Terkait dengan pengeluaran, idealnya seorang muslim tidak membelanjakan harta secara berlebihan. Namun harus sesuai dengan kebutuhan, rentetannya, dengan begitu harga barang-barang tidak akan melambung. (adv/dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry