Para pembicara di ajang International Conference of Special Education yang digelar di Surabaya, Sabtu (13/7). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menancapkan diri sebagai kampus pendidikan berkebutuhan khusus.

Rektor Unesa, Prof Nur Hasan mengatakan untuk pendidikan berkebutuhan khusus ini, Unesa akan fokus pada bidang olahraga (OR) dan seni.

“Untuk fakultas olahraga kami siapkan dua SKS (sistem kredit semester) untuk olahraga adaptif,” ujarnya di sela International Conference on Special Education, di Surabaya, Sabtu (13/7).

 Selain itu, Unesa membangun kolam renang dan pacuan kuda. Karena berenang dan berkuda bisa menjadi terapi bagi penderita autisme. ”Kita siapkan fasilitas-fasilitas itu,” tandasnya.

Selain itu, gedung-gedung yang ada di Unesa, harus ramah ABK. Gedung baru yang akan dibangun dan sedang dibangun harus menyediakan fasilitas untuk ABK.

Sementara gedung lama akan dievaluasi dan akan menyesuaikan agar bisa memiliki fasilitas yang sama.

“Ini kalau tidak ada komitmen bersama tidak akan bisa berjalan. Semua harus memikirkan bagaimana ABK bisa mendapatkan pendidikan yang sama,” tukasnya.

Tidak hanya fasilitas fisik, Unesa sebagai lembaga pencetak guru, juga akan menghasilkan guru-guru yang peduli ABK. Karena suksesnya sebuah pendidikan khusus ditentukan oleh guru yang peduli akan siswanya yang berkebutuhan khusus.

“Selama ini banyak yang jijik  berhubungan dengan ABK. Padahal itu tidak perlu terjadi. Kita akan asah kepekaan dan kepedulian guru terhadap ABK,” tandasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry