BATIK KHAS : Aneka batik produksi UD Pakem Sari milik H. Maskuri di daerah Sumber Pakem Kecamatan Sumber Jambe Kabupaten Jember (firdatus/duta)

JEMBER | duta.co – Batik merupakan kekayaan alam Indonesia yang hampir di setiap kota memiliki ciri khas motif batik yang berbeda dipengaruhi kultur daerah masing-masing. Mulai motif, warna dan dominasi yang ditampilkan di daerah masing-masing. Bedanya hanya di produksi dan bahan-bahan untuk membatiknya.

Seperti halnya yang dilakukan UD. Pakem Sari. Usaha home industry batik yang beralamatkan di daerah Sumber Pakem Kecamatan Sumber Jambe Kabupaten Jember milik H.Maskuri ini konsisten dengan pola dan corak yang ditampilkan.

H.Maskuri, pengusaha batik UD Pakem Sari ini memilih tembakau menjadi ciri khas pada lembaran kain yang diproduksinya. Warna batik yang diproduksinya juga menonjolkan corak yang tegas, misalnya merah, kuning dan sejenisnya.

“Kenapa memilih motif tembakau karena Kabupaten Jember salah satu pusat produksi tembakau,” jelasnya.

H.Maskuri mengungkapkan semua diawali dari kenangan masa kecilnya bersama sang nenek yang merupakan perajin batik. Beranjak dewasa, H.Maskuri mendapatkan amanah untukmeneruskan usaha batik milik keluarganya yang sudah menjadi turun temurun sejak tahun 1935 sekaligus memperkuat dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

H.Maskuri mengerjakan batik di rumah sendiri dengan bahan berkualitas. Mulai dari pewarnaan batik, canting, kain, hingga alat membatik lainnya ia beli dari kota solo yang menjamin perlengkapan untuk membatiknya sangat bagus.

”Bahan berkualitas menjadi kunci menghasilkan batik yang berkualitas juga.  Semua bahan untuk membatiknya dibeli dari luar kota guna menjamin kualitasnya,” jelasnya.

Tak mudah untuk menjalankan usaha batik ini dari tahun ke tahun karena bertambahnya orang berinisiatif membuka usaha batik. Sekaligus bertambah banyak pesaing usaha batik. Untuk itu, H.Maskuri terus berinovasi dengan motif batik yang ia miliki mulai dengan cara menambah motif batik yang baru, hingga yang unik,sampai menerima pesanan batik sesuai dengan motif yang pembeli inginkan.

“Untuk mempertahankan produksi batik mengantarkan ke rumah pembeli, mendatangi sekolah dan kantor-kantor, membagikan kartu nama hingga melalui HP dan menggunakan media sosial media seperti saat ini,” jelas H.Maskuri.

H.Maskuri menambahkan mengoptimalkan pemasaran digital melalui penggunaan teknologi internet secara Online. Saat ini, produksi batik UD pakem sari terdapat di media sosial, seperti aplikasi market place,WhatsApp,Instagram,Facebook, dan onlineshop.

“Karena pandemi seperti sekarang ini  UD Pakem Sari mengirimkan pesanan batik melalui pengiriman online dalam dan luar kota,” tegasnya.

UD .Pakem Sari ini menjual batik dari harga Rp110 ribu sampai Rp 1 jt dengan kain berukuran 2 meter dan panjang 115 cm. Tak hanya kain yang dijual, pemilik juga menerima pesanan apa saja yang di inginkan oleh pelanggan seperti halnya kaos, tas, sajadah, mukenah, sarung, sapu tangan, taplak meja hingga souvernir pernikahan dan lainnya.

Bbukan warga Jember saja yang menjadi pembeli batik milik H. Maskuri ini dari luar kota hingga luar negeri juga menjadi pelanggan di gallery batik UD Pakem Sari dan sudah menjadi ciirkhas batik Jember ini. Mg3/imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry