SURABAYA | duta.co – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Unicef menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Dokumen Strategi Komunikasi dan Perubahan Perilaku Sosial (KPPS) Penurunan Stunting Provinsi Jawa Timur 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada  2–3 Juni 2025 di Surabaya.

Peserta kegiatan ini berasal dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di dua kabupaten fokus, yaitu Kabupaten Kediri dan Kabupaten Lumajang, yang merupakan wilayah pendampingan program percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

Pendampingan difasilitasi dua narasumber, Budi Kristianto dan Ribut Musprihadi. Selain peserta utama dari dua kabupaten, kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan BKKBN Provinsi Jawa Timur sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di tingkat provinsi.

Kukuh Tri Sandi, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Jatim menyampaikan dalam sambutannya bahwa stunting di Jatim menurut data SSGI 2024 mengalami penurunan dari 17,7% menjadi 14,7% selisih penurunan 5% dan Jatim menjadi provinsi no.2 prevalensi stunting terendah  secara nasional.

Meskipun begitu, masih ada kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus stunting di Jatim. Sedangkan prevalensi stunting ini menjadi salah satu indikator utama pembangunan kesehatan di RPJPD dan RPJMD.

“Sehingga perlu untuk segera diatasi melalui 6 pilar strategi nasional pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) yang salah satunya tentang komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat” ucap Kukuh dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Achmad Syafiuddin, Ketua LPPM Unusa menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi dua kabupaten dalam menyusun dokumen KPPS. “Dokumen tersebut menjadi dasar penyusunan regulasi di tingkat daerah untuk mendukung implementasi strategi komunikasi dan percepatan penurunan stunting” tegasnya.

Peserta dalam kegiatan ini mendapatkan pemaparan mengenai materi komunikasi perubahan perilaku dan sosial serta penyusunan matrik kerja intervensi 6 perilaku kunci.

Sa’bania Hari Raharjeng, dosen Unusa sekaligus ketua pelaksana menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut peserta mendapatkan materi mengenai komunikasi perubahan perilaku dan sosial.

“Hal itu dimulai dari analisis situasi hingga monitoring evaluasi untuk 6 perilaku kunci pencegahan stunting diantaranya konsumsi TTD, partisipasi kelas ibu hamil, Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di posyandu, penggunaan jamban sehat dan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS),” kata Sa’bania.

Dokter Karina sekaligus perwakilan dari Unicef Indonesia menegaskan melalui kegiatan ini, Unusa dan Unicef berharap terbangun komitmen daerah yang kuat, strategi yang terukur, serta koordinasi lintas sektor yang efektif.

“Hal itu guna menciptakan perubahan perilaku sosial yang berdampak langsung pada percepatan penurunan angka stunting di Jawa Timur,” tandasnya. ril/lis