SURABAYA | duta.co – Turnamen grand opening El Grande Padel Resort di Surabaya tidak hanya menjadi ajang olahraga rekreasi dan hiburan semata. Event bergengsi ini juga diarahkan sebagai wadah pencarian bibit atlet muda potensial Jawa Timur yang diproyeksikan mampu bersaing hingga level internasional.

Antusiasme peserta dalam turnamen tersebut terbilang sangat tinggi. Ratusan tim ambil bagian dalam berbagai kategori pertandingan yang digelar selama grand opening berlangsung.

Salah satu owner El Grande Padel Resort, Hendrik Rao, mengatakan turnamen ini memang dikemas dengan nuansa fun competition, namun tetap memiliki misi besar untuk mendukung pembinaan atlet muda padel di Jawa Timur.

“Adanya turnamen ini memang untuk fun, tetapi kami juga ingin mencari bibit atlet. Ada cukup banyak peserta usia muda, sekitar 15 orang, yang kami harapkan nantinya bisa membawa nama Indonesia dan Jawa Timur di turnamen-turnamen besar,” ujar Hendrik saat grand opening tournament El Grande Padel Resort di Surabaya, Jumat (21/5/2026).

Menurut Hendrik, El Grande Padel Resort hadir dengan konsep berbeda dibandingkan lapangan padel lainnya yang kini mulai menjamur di Surabaya maupun sejumlah kota besar di Indonesia.

Tidak hanya menyediakan fasilitas olahraga, El Grande juga ingin menjadi rumah bagi komunitas padel untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kualitas permainan.

“Kita memposisikan lapangan padel ini berbeda. Sekarang sudah banyak lapangan padel di Surabaya dan Indonesia, tetapi dengan membangun El Grande kami ingin memberikan nuansa berbeda. Jadi tidak hanya bermain padel saja, tetapi juga bisa saling berbagi ilmu,” katanya.

Sementara itu, owner El Grande lainnya, Astrid Ellena, berharap grand opening ini menjadi momentum berkembangnya olahraga padel di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Semoga grand opening El Grande Padel Resort ini bisa menjadi permulaan yang baik agar olahraga padel semakin maju, semakin dikenal, dan semakin berkembang di Indonesia. Kami berharap El Grande dapat menjadi rumah bagi komunitas padel dan menghadirkan lebih banyak kesempatan, prestasi, dan semangat baru untuk dunia padel ke depannya,” ujar Astrid.

Turnamen grand opening tersebut diikuti sekitar 350 tim dan turut melibatkan sekitar 40 influencer. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp500 juta dalam berbagai kategori pertandingan.

Kategori yang dipertandingkan meliputi Rookie Women, Rookie Men, Upper Beginner Women, Upper Beginner Men, Bronze Women, Bronze Men, Bronze Mix, kelompok umur 16 tahun, Silver Open, kelompok umur 40+, hingga Single Bronze Match.

Khusus kategori rookie, panitia menyediakan hadiah mulai Rp10 juta hingga Rp35 juta guna memacu semangat para pemain muda untuk terus berkembang.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Padel Indonesia (PBPI) Jawa Timur, Rudie Riesdianto, menilai perkembangan olahraga padel di Surabaya dan Jawa Timur menunjukkan tren yang sangat positif.

Menurutnya, PBPI Jatim bersama KONI akan terus bersinergi menghadirkan turnamen berkualitas guna melahirkan atlet-atlet muda potensial yang mampu tampil di level internasional.

“Padel di Surabaya berkembang sangat baik. KONI sebagai induk organisasi olahraga akan terus bersinergi bersama PBPI untuk menghadirkan turnamen-turnamen bagus agar bisa menghasilkan atlet muda berkualitas yang nantinya berlaga di internasional,” katanya.

PBPI Jawa Timur juga menggandeng Universitas Negeri Surabaya untuk memperkuat pembinaan atlet melalui jalur pendidikan dan pengembangan kompetisi mahasiswa.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan ekstrakurikuler padel hingga rencana liga mahasiswa yang diharapkan mampu memperluas pembinaan atlet usia muda.

“Unesa menjadi partner hampir semua cabang olahraga, termasuk PBPI. Kami sudah bekerja sama membuat ekstrakurikuler padel di Unesa untuk edukasi olahraga padel. Ke depan, kota ini juga bisa membuat liga mahasiswa yang dimulai dari Unesa dan nantinya diikuti universitas lainnya agar perkembangan atlet semakin baik,” ujar Rudie.

Ia juga mengungkapkan saat ini sudah ada tiga atlet Jawa Timur yang masuk tim nasional dan tampil di turnamen internasional.

Di sisi lain, Wakil Rektor Unesa, Irmantara Subagjo, menyebut olahraga padel kini mulai diminati banyak kalangan, termasuk atlet dari cabang olahraga lain seperti tenis, bulu tangkis, hingga tenis meja.

“Padel ini sangat menarik dan partisipasinya luar biasa. Banyak atlet tenis yang mulai beralih ke padel. Di tim Jawa Timur, atlet tenis juga akan diarahkan ke padel,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ibag itu menambahkan pengembangan padel di lingkungan kampus akan terus diperkuat. Bahkan, olahraga tersebut direncanakan masuk dalam kurikulum pembelajaran mahasiswa.

“Di Unesa, mahasiswa dari cabang tenis, bulu tangkis, dan tenis meja akan diarahkan mengenal padel. Bahkan nantinya padel akan masuk dalam kurikulum mata kuliah yang wajib ditempuh,” katanya.

Dengan tingginya antusiasme peserta serta dukungan organisasi olahraga dan perguruan tinggi, turnamen grand opening El Grande Padel Resort diharapkan menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet muda padel asal Jawa Timur yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kedepannya akan kami arahkan atlet yang dari bulutangkis, tenis meja hingga tenis lapangan untuk diarahkan ke cabang olahraga padel,” tuturnya. (gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry