Faris (kiri) dan turis Lebanon (Jihad) di Museum NU Surabaya, Kamis (31/7/25).

SURABAYA |duta.co – Andai saja tidak ada Komite Hijaz yang digawangi kiai-kiai NU, belum tentu wajah keagamaan Arab Saudi seramah sekarang. Bisa jadi, kerajaan akan menggulung habis perbedaan mazhab yang ada di dunia ini. Mereka bisa saja memaksa pendatang di Tanah Suci untuk mengikuti mazhab Wahabi yang telah menguasai mazhab keagamaan kerajaan Arab Saudi saat itu.

“Skenario Allah SWT lebih indah. Begitu Wahabi menguasai Kerajaan Arab Saudi, kiai-kiai membentuk Komite Hijaz. Alhamdulillah Raja Saud saat itu, menerima dengan lapang dada usulan Komite Hijaz. Padahal pergulatan dunia Islam waktu itu sangat dinamis. Surat Raja Saud itu, menjadi saksi di Museum NU,” demikian Faris Habiburahman, petugas Museum NU saat mendampingi turis dari Lebanon, Jihad Sood bertandang ke Museum NU, Kamis (31/7/25).

Kontribusi NU, baik secara nasional maupun internasional, sangatlah besar. “Bayangkan, kalau yang ke Arab harus Wahabi, bagaimana dengan penganut Aswaja di Indonesia dan negara-negara lain? Ini sungguh luar biasa, kontribusi kiai NU sangat besar di dunia Islam. Dan, sekarang Arab Saudi lebih moderat lagi dalam melihat perbedaan,” jelas alumni Kampus Al-Azhar, Mesir tersebut.

Faris juga mengisahkan perihal gerakan Resolusi Jihad, di mana kiai NU – dalam hal ini – Almaghfurlah Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari) mewajibkan semua laki-laki yang berada di radius 84 Km dari Surabaya untuk angkat senjata lawan penjajah. “Sampai-sampai di dunia pesantren, kala itu, pakai celana saja diharamkan, ini karena menyerupai pakaian penjajah,” tambah santri PP Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto ini.

Faris pun bertekad untuk belajar bersama Museum NU. Ini lantaran banyak artefak (benda-benda karya masyayikh yang memiliki nilai sejarah, budaya, atau arkeologi), serta dokumen sejarah yang perlu dipelajari generasi penerus (bangsa). “Keberadaan Museum NU ini sangat strategis. Banyak materi yang harus diubah cara penyajiannya, terutama dalam menghadapi era digitali ini,” pungkas lelaki yang fasih Bahasa Arab dan Inggris ini.  (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry