RESES : Anggota DPRD Provinsi Jatim dari Fraksi Gerindra, H Hidayat melaksanakan reses di desa Batan Krajan, kecamatan Gedeg, kabupaten Mojokerto Rabu (3/11/2021). DUTA/YUSUF W

MOJOKERTO | duta.co -Pupuk merupakan kebutuhan pokok petani. Namun belakangan ini pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan, sehingga petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Sementara itu pupuk non subsidi harganya sangat mahal.

Keluhan tersebut disampaikan warga desa Batan Krajan, kecamatan Gedeg, kabupaten Mojokerto. “Sebagai petani kami selalu membutuhkan pupuk sepanjang tahunnya tapi belakangan ini pupuk subsidi langka,” ujar Khusnul Khotimah, warga desa Batan Krajan saat mengikuti reses Anggota DPRD Provinsi Jatim, H Hidayat S.Ag, M.Si, Rabu (3/11/2021).

Pada reses yang dilaksanakan di desa Batan Krajan, kecamatan Gedeg, kabupaten Mojokerto, dia mengungkapkan jika harga pupuk non subsidi harganya selangit. Sedangkan harga hasil pertanian turun, sehingga para petani merugi. “Kami mohon solusinya supaya pupuk subsidi tidak langka lagi,” harapnya.

Tidak hanya soal pupuk, warga juga menanyakan program-program peternakan atau perikanan bagi warga.“Kita wargaGedegingin agar ada pemberdayaan ekonomi,” ujar Adi, warga Terusan, Gedeg.

Menanggapi keluhan tersebut, Hidayat mengatakan, memang sekarang pupuk menjadi masalah petani se-Indonesia. “Tidak hanya pupuk, masalah benih, masalah hama tikus danwereng, masalah harga panen menjadi persoalan secara nasional,” katanya.

Mulai tahun 2020 hingga  2021, pupuk subsidi berkurang.“Kalau nggak salah, dalam 1 tahun itu pemerintah menyiapkan 18 sampai 19 juta ton pupuk subsidi tapi karena pandemi Corona, anggaran pupuk bersubsidi diakihkanuntuk menangani Corona,” jelasnya.

Lebih jauh politisi Gerindra ini menjelaskan, dalam satu tahun disiapkan 18 juta ton, dikurangi menjadi 12 sampai 13 juta ton.

“Nah sekarang sudah level 1, di tahun 2022 ada harapan bahwa secara jumlah pupuk bersubsidi tidak boleh dikurangi karena uangnya sudah berkurang untuk kepentingan pandemi,” jelasnya.

Sedangkan untuk program perikanan dan peternakan,  Pemerintah Kabupaten dan provinsi banyak memunculkan program bantuan tempat pembibitan ikan dan bibit lainnya.

“Di Mojokerto ada pembibitan  di Dlanggu   dan Sooko. Jika butuh bibit,  ada kelompok taninya, distempel lurah, silakan diajukan,” pungkasnya.ywd

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry