SURABAYA | duta.co – Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin batal mendapatkan vaksin Covid-19 Sinovac bersama sejumlah tokoh Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi.

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak itu disarankan untuk menunda vaksinasi hingga dua minggu ke depan. “Yang saya dengar, kan mas Emil hari ini vaksinasi. Kemudian nanti harus menunggu dua minggu lagi,” ujar Arumi, Kamis (14 /1/ 2021).

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menjadi orang yang pertama menjalani vaksinasi untuk Jawa Timur. Ia bersama dengan 20 orang lainnya menerima Vaksin Sinovac.

Arumi disarankan untuk menunda vaksinasi sembari memantau perkembangan Emil. Mengingat reaksi setiap orang penerima vaksin berbeda-beda. “Karena ini merupakan hal yang baru disarankan karena kita suami istri, salah satu saja dulu,” tegasnya.

“Jadi kalau suami istri kayak saya gitu disarankan untuk janjian saja dulu salah satu, sehingga ada yang memantau. Kalau misalnya dalam beberapa hari mas Emil baik2 saja ya Insya Allah saya mungkin akan vaksin,” imbuhnya.

Arumi sejatinya mendapat pemberitahuan untuk vaksinasi dari kementerian kesehatan. Ia menerima pesan pendek (SMS) untuk bisa melakukan vaksin pada hari ini.

Secara fisik, Arumi juga dalam kondisi diperbolehkan vaksinasi. Ia mengaku semua dalam keadaan baik. “Cuman kolesterol saja tinggi dikit. Tidak ada alergi bawaan,” tandasnya.

Ketua Gugus Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyudi mengatakan, vaksinasi kepasa Arumi Bachsin bukan batal melainkan ditunda. Istri Emil itu akan mendapat penjadwalan ulang dari kementerian kesehatan. “Nanti berikutnya. Nunggu SMS (lagi),” tegasnya.

Selain di Gedung Negara Grahadi, kata Joni, vaksinas juga digelar di sejumlah RSUD dr Soetomo. “Ada beberapa klaster-klaster (vaksin) di RSUD dr Soetomo nanti juga ada vaksinasi. Yang di sini itu kan yang kemarin kami sampaikan di ACC Kemenkes,” tandasnya. zal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry