Kepala Puskesmas Panarukan saat melakukan pemeriksaan kesehatan ke Kades Duwet yang sedang menjalani Isolasi Mandiri (FT/Heru)

SITUBONDO | Walapun hasil Swab PCR-nya belum keluar, namun dengan kesadaran tinggi, 16 perangkat Desa Duwet melakukan isolasi mandiri di Kantor Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (26/6/2021).

Keterangan yang disampaikan Kepala Desa Duwet, Adi Candra Kharisma menjelaskan bahwa, isolasi mandiri yang dilakukan perangkat desa atas kesadarannya sendiri. “Walaupun hasil swab PCR belum keluar, tapi mereka tidak menginginkan keluarga dan masyarakat tertular. Oleh karena itu, mereka melakukan isolasi mandiri di kantor desa,” jelas Candra, panggilan akrab Kades Duwet ini.

Dengan adanya isolasi mandiri 16 perangkat desa ini, sambung Candra, pelayanan Desa Duwet ditutup sementara hingga hasil swab PCR turun dan 16 perangkat desa dinyatakan negatif. “Jika hasil swab PCR turun dan ada perangkat Desa Duwet yang positif, maka pelayanan ditutup hingga batas waktu tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Candra menjelaskan bahwa, langkah isolasi mandiri yang diambil perangkat desa tersebut, untuk pencegah penyebaran Covid-19. “Saya berharap hasil swab PCR 16 perangkat desa, termasuk saya negatif semua dan jika ada salah yang terkonfirmasi positif, maka kita akan melaksanakan swab kembali,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Panarukan, dr. Imam Hariyono saat memeriksa kondisi 16 perangkat desa yang menjalani isolasi mandiri menjelaskan bahwa, pihaknya mengapresiasi langkah yang diambil 16 perangkat desa tersebut. Namun, resikonya ketika hasil swab PCR keluar, maka mereka yang menjalani isolasi bersama harus kembali menjalani swab PCR kembali.

“Kita ngga bisa menghalangi langkah 16 perangkat desa untuk melakukan isolasi mandiri. Yang bisa kami lakukan setiap hari mengecek kondisi kesehatannya. Dalam isolasi mandiri mereka tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, pakai masker dan sering mencuci tangan,” tutur dr. Imam.

Tak hanya itu yang disampaikan mantan dokter umum di Rumah Sakit Abdoer Rahem Situbondo. Namun, dokter yang mempunyai jiwa sosial tinggi terhadap para pasiennya ini mengatakan bahwa, kondisi penyebaran Covid-19 diwilayah Kecamatan Panarukan dalam dua minggu terakhir ini cukup memprihatinkan.

“Jumlah kasus aktif Covid-19 di wilayah Kecamatan Panarukan, update hari kemarin sebanyak 422 orang terkonfirmasi, sembuh sebanyak 373, meninggal dunia sebanyak 24 orang dan aktif sebanyak 25 orang. Untuk memutus mata rantai penyebaran, tim tracing Puskesmas Panarukan terus melakukan tracing,” pungkas dr. Imam. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry