ZIARAH : Bupati bersama Forkopimda saat Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional KHR. As'ad Syamsul Arifin (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co -Memperingati Hari Jadi Kabupaten Situbondo ke 201 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH, Wakil Bupati Situbondo H. Yoyok Mulyadi MSi, Kapolres, Ketua DPRD Situbondo, Kajari, Kasdim 0823 Situbondo.

Juga Ketua Pengadilan Negeri Situbondo dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo ziarah ke makam Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin, di Ponpos Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Rabu (14/8/2019)

Bukan hanya ziarah ke makam Pahlawan Nasional saja rombongan Bupati Situbondo tersebut. Namun rombongan ini juga melakukan ziarah ke makam Kiai Pateh Saleh pembabat Situbondo yang dimakamkan di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, dan makam bupati pertama di Desa Bloro,  Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo serta makam Kyai Pate Alos pembabat Besuki.

Sebelum melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin tersebut, dilakukan upacara militer yang diikuti Forkopimda dan santri-santri Salafiyah Safi’iyah Sukorejo yang berlangsung di samping Masjid Jamik Ibrahimy Ponpes Salafiyah Safi’iyah.

Tak hanya itu yang dilakukan rombongan Bupati Dadang, namun rombongan tersebut juga memberikan santunan kepada anak yatin piatu.

“Kegiatan ziarah ke makam Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin dilakukan rutin setiap tahun pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo dan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelas Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH saat berada dimakam Kiai Pateh Saleh.

Lebih lanjut, Bupati Dadang mengatakan bahwa, tradisi ziarah ke makam pahlawan dan pemimpin Situbondo terdahulu sudah dilakukan sejak dulu.

“Ini dilakukan sebagai wujud syukur dan terima kasih kita atas perjuangan dan jasa-jasa beliau dalam membangun bangsa, khususnya membangun Kabupaten Situbondo. Atas perjuangan mereka, para pahlawan dan pimpinan Situbondo yang telah membangun dasar-dasar kebaikan untuk masyarakat pada jamannya, ” paparnya.

Perjalanan panjang sebuah kabupaten atau negara ini bisa maju, kata Bupati Dadang, tentunya memerlukan perjuangan penuh dengan tantangan yang dilakukan para pemimpin masa lalu.

“Untuk menumbuhkan jiwa religius dan nasionalis, maka kita harus mengingat perjuangan pemimpin-pemimpin yang telah mendahulukan kita. Dan mengingat jasa-sajanya, ” pungkasnya. her

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.