PASURUAN | duta.co – Pemandangan berbeda tampak setiap siang hari di halaman SDN Ngadirejo 1 Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Saat kebanyakan siswa di sekolah lain sibuk bermain atau hanya duduk menunggu jemputan, para siswa di sekolah ini justru larut dalam aktivitas membaca buku di depan kelas.

Program unik ini merupakan inisiatif pihak sekolah untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Sambil menunggu mobil antar jemput sekolah, para siswa diajak mengisi waktu dengan kegiatan membaca buku yang telah disediakan di rak baca terbuka yang terletak di teras kelas.

“Daripada menunggu dengan bosan atau bermain tanpa arah, kami arahkan anak-anak untuk membaca buku ringan. Mereka bisa memilih sendiri buku yang disukai, dari cerita rakyat, ensiklopedia bergambar, hingga komik edukatif,” ujar Kepala SDN Ngadirejo 1, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., saat ditemui pada Rabu (1/10/25).

Menurutnya, kegiatan ini tidak bersifat wajib, tetapi animo siswa cukup tinggi. Banyak di antara mereka yang justru datang lebih awal atau betah berlama-lama di sekolah demi bisa membaca lebih banyak buku. Bahkan, beberapa siswa tampak saling berdiskusi mengenai isi buku yang mereka baca.

 

Salah satu siswa kelas 2, Evelyn, mengaku senang dengan kegiatan ini. “Aku suka baca buku tentang hewan dan cerita petualangan. Nunggu jemputan jadi nggak terasa lama,” ujarnya antusias.

Program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan. Selain mendekatkan siswa pada buku, kegiatan ini juga secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Dengan suasana yang nyaman dan pendekatan yang menyenangkan, SDN Ngadirejo I Tutur berhasil membuktikan bahwa budaya membaca bisa ditanamkan melalui cara-cara sederhana namun bermakna. (Puj)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry