EVAKUASI: BPBD bersama warga saat melakukan evakuasi rumah penduduk terdampak longsor Desa Laren, Selasa (17/9) (duta.co/ardi)

LAMONGAN | duta.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan dibantu warga terus berupaya mengevakuasi serta merelokasi rumah penduduk terdampak longsor dan tanah ambles Desa Laren.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin mengatakan, terhitung Sabtu (14/9) lalu hingga saat ini, rumah warga di tepi  Bengawan Solo yang terdampak sudah mulai dievakuasi. Bencana longsor di Laren ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

“Ada tujuh rumah dan satu musala yang sudah kita lakukan evakuasi, jadi totalnya ada delapan bangunan milik warga Dusun Gendong Desa Laren kecamatan Laren,” kata Muslimin, Selasa (17/9).

Muslimin menyebutkan, data nama rumah penduduk yang terkena longsor di Dusun Gendong, Desa Laren, yang sudah dibongkar di antaranya adalah rumah Asia, Musthofa, Kasmadi, Sumartun, Marwan, Makirin, Harmaji, dan Musala Nurul Huda.

“Jumlah jiwa ada 23 orang, dari total 7 keluarga tersebut. Dan, masih ada 3 rumah lagi yang terancam terkena longsor. Karena rumah itu sudah dibibir longsor, yaitu rumah Thalha, Juwariyah, serta Ramelah,” ujar Muslimin.

Sementara dari ketujuh rumah yang terkena longsor tersebut, jelas Muslimin, kerugian materiil di taksir sekitar Rp 361.000.000. Rinciannya, rumah Asia Rp 60.000.000, Musthofa Rp 49.000.000, Kasmadi Rp 45.000.000, Sumartun Rp 42.000.000, Harmaji Rp 60.000.000, Marwan Rp 30.000.000, Makirin Rp 40.000.000. Sedangkan musala Rp 35.000.000.

Muslimin mengatakan, pihak BPBD Lamongan bersama dengan anggota kebencanaan lainnya, sejauh ini sudah melakukan gotong-royong atas evakuasi rumah penduduk yang terkena bencana longsor Laren tersebut. “Kemarin kita sudah memberikan bantuan stimulan ala kadarnya kepada yang bersangkutan, berupa sembako dan lainnya. Sedangkan untuk yang bantuan bencana banjir masih belum kita pakai,” ucapnya.

Dia menjelaskan, kalau diukur dari awal untuk 11 rumah yang berpotensi terkena bencana longsor, panjangnya diperkirakan mencapai 300 meter lebih dengan kedalaman hingga 3 meteran.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada longsor susulan lagi serta relokasi rumah penduduk. Sebab, saat ini keretakan tanah tersebut akan memicu terjadinya longsor. Sedangkan jarak dengan rumah penduduk terdampak sangat dekat sekali,” terangnya.

Sejauh ini, sambung Muslimin, pihak dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) belum memberikan tanggapan atau tindakan apa pun dengan turun langsung ke lokasi bencana longsor Laren yang berada di tepi Bengawan Solo itu.

“Kemarin sudah kita hubungi untuk bagian pengawas Balai Besar Bengawan Solo. Adapun perencanaan kapan akan turun ke lokasi, hingga saat ini belum ada jawaban apa pun,” tutur Muslimin. ard