1.200 Advokat Ikuti Sosialisai E-Litigasi

SURABAYA|duta.co – Hal yang jarang dijumpai, tujuh organisasi advokat Jawa Timur berkumpul didalam satu gedung bahkan perwakilannya sempat berdiri sepanggung dan berpose bareng.

Tak tanggung-tanggung, terhitung lebih 1.200 advokat dari berbagai latar belakang organisasi tumpek-blek pada kesempatan kali ini.

Hal itu terjadi pada acara Sosialisasi E-Litigasi, Gugatan Sederhana dan Eratering yang digelar di Grand City Convex Ballroom, jalan Walikota Mustajab 1 Surabaya, Jumat (15/11/2019).

Mengapa mereka bersatu?, karena acara edukasi yang dihadiri oleh Hakim Agung Syamsul Maarif SH, LL.M, PhD dan Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Dr Prim Haryadi SH, MH ini, merupakan hajat para advokat ini, memang merekalah yang mengadakan.

Ketujuh organisasi advokat ini tergabung dalam susunan panitia bersama yang dikomandoi oleh advokat senior asal Surabaya, Ahmad Riyadh UB, Ph.D selaku ketua pelaksana.

Perwakilan ketujuh organisasi advokat itu antara lain, PERADI (tiga versi), Kongres Advokat Indonesia (KAI) dua versi, Peradin dan Ferari yang tersebar di seluruh Jawa Timur. “Bahkan dari ujung Jatim, Banyuwangi juga ada,” ujar Riyadh.

Acara ini juga disupport oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Nur Syam dan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur.

“Jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak bersatu. Kita harapkan (momen) ini sebagai embrio, dari Surabaya, dari Jawa Timur untuk Indonesia nantinya. Kedepan kita bakal kembali menggelar kegiatan-kegiatan serupa yang bersumber keilmuan guna meningkatkan SDM kita sebagai advokat,” tambah Riyadh.

Riyadh juga menyakinkan bahwa pihaknya bakal menggelar acara serupa jilid II. “Karena pada sesi ini, jumlah peserta sengaja kita batasi sebanyak 1.200 peserta, karena kapasitas gedung yang membatasi itu,” bebernya.

Membludaknya jumlah peserta ini disebabkan banyak hal, salah satunya diterapkan biaya gratis pada sosialisasi berbasis keilmuan ini kepada seluruh peserta.

“Disamping itu, para peserta yang belum memiliki akun E-court, bisa dibantu oleh petugas yang sudah dipersiapkan panitia, untuk registrasi, sehingga bisa memiliki akun. Hal ini diharapkan pengguna sistem E-court bisa ditingkatkan jumlahnya,” imbuh Riyadh.

Ia juga berharap kepada media untuk mengaungkan momen kebersamaan ini keseluruh pembaca di Indonesia, khususnya para advokat.

“Di Surabaya saja bisa kita duduk bersama, saya yakin didaerah lain juga bisa,” harapnya.

Terkait banyaknya organisasi advokat yang saat ini ada di Indonesia, Riyadh menanggapi hal itu dengan formatif. Menurutnya, keberagaman organisasi ini dikarenakan sistem yang mempersilahkan kita memiliki banyak organisasi.

“Sistem pada UU dinegara kita adalah multibar, jadi memperbolehkan kita menjadi salah satu organisasi advokat sesuai pilihan kita. Bahkan bukan hanya dikalangan advokat, partai bahkan organisasi profesi lainnya pun juga mengalami hal sama, salah satunya organisasi wartawan. Yang terpenting bagaimana kita menjalankan fungsi dasar dari masing-masing profesi,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam sambutannya hakim agung Syamsul Maarif mengapresiasi acara bersama seluruh advokat di Jatim ini. Menurut perkiraannya acara ini terbesar di Indonesia.

Sebelumnya acara serupa juga digelar di Jakarta akan tetapi berbeda dengan hari ini. Kedua dia berpesan untuk melalui E-Litigasi ini modernisasi peradilan dan transparansi akan terwujud.

“Mudah-mudahan dengan acara ini disamping pemahaman E-Litigasi gugatan sederhana dan era terang. Kami berharap semoga persaudaraan advokat tetap langgeng dan mjd pemersatu seluruh advokat di Jatim,” kata Syamsul.

Ketua PT Surabaya, Herri Swantoro mendukung penuh acara ini. Sebab manfaatnya terlihat bagi para pencari keadilan.

“Saya bangga sejak E-Court diberlakukan, selanjutnya berupaya untuk sistem ini mendorong seluruh performance PN se Indonesia modern ke teknologi informasi. Sistem ini tidak bisa berjalan dengan maksimal bila tanpa ada dukungan dari advokat yang melek akan IT,” ujarnya. eno

Foto:
Panitia pelaksana sosialisasi yang diketuai Riyadh UB sesaat acara usai digelar. Henoch Kurniawan

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry