TOPENG : Para seniman mancanegara juga menampilkan topeng dan kesenian tradisional dari negara masing - masing. (duta.co/siti noer)

PONOROGO | duta.co –Mendongkrak kunjungan wisata di Ponorogo sekaligus menginternasionalkan seni budaya Ponorogo, reyog, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar Ponorogo Internasional Mask and Folklore Festival (PimfoFest) atau festival topeng dan kesenian rakyat.

Festival yang dibuka Sabtu sore,( 27 /7) ini, digelar untuk pertama kalinya ini diikuti 7 negara dan 8 daerah di Indonesia, yang menampilkan topeng maupun tari dan musik tradisional.

Lebih dari 200 orang berperan serta dalam PimfoFest ini yang berlangsung hingga Selasa (30/7). Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni  mengatakan  even itu sebagai upaya memperkuat potensi daerah di bidang seni dan budaya. “ Apalagi, reog yang berasal dari kabupaten itu sudah dikenal secara internasional. Ponorogo juga gudangnya seni,” kata Ipong Muchlissoni, Sabtu (27/7).

Dengan even ini pihaknya berharap ada peningkatan kunjungan wisata. Setidaknya mendongkrak kunjungan wisata di Ponorogo yang ditargetkan 1 juta kunjungan tahun ini. Bukan  hanya pelancong domestik saja melainkan  juga mancanegara. Apalagi di Ponorogo terdapat sejumlah destinasi wisata alam maupun sejarah atau religi.

Keikut sertaan 7 negara ini tak lepas dari peran sebuah NGO yang selama ini bekerjasama dengan UNICEF, yakni CIOFF Indonesia. Keinginan Pemkab Ponorogo untuk mendatangkan negara-negara yang memilki keunikan seni budaya dan topeng ditanggapi oleh CIOFF yang sudah lama malang melintang di dunia seni budaya internasional  ini. Dengan jaminan bahwa negara-negara mau datang ke Ponorogo adalah jaminan keamanan. Karena Ponorogo dianggap man, maka 7 negara ikut serta dalam festival ini.

“ Jaminannya adalah aman. Mereka mencai informasi sendiri seperti apa Ponorogo dalam 10 tahun  belakangan ini. Keamanannya, masyarakatnya dan mereka akhirnya mau datang ke sini. Sebab tidak mudah untuk mengundang mereka tanp adanya jaminan keamanan. Apalagi mereka datang dengan biaya sendiri,” kata Amar Aprizal Kepala Festival Comite CIOFF Indonesia.

Saat parade Sabtu sore, para delegasi seni itu mengenakan kostum khas dari daerah maupun negara asal. Mereka juga menunjukkan permainan topeng maupun kesenian rakyat yang dipadukan dengan tarian dan musik yang diusung dengan durasi sekitar tiga menit di panggung kehormatan . Sebagai tuan rumah, Ponorogo menyajikan reog secara lengkap.Mulai pembarong, penari jathil, pujang ganong, hingga musik tampil yang memimpin pawai. Kemudian disusul pemain dongkrek dari Kabupaten Madiun dan topeng dari daerah lain seperti Malang dan Pamekasan.

Para seniman mancanegara juga menampilkan topeng dan kesenian tradisional dari negara masing – masing. Mereka merupakan delegasi dari Rusia, Slovakia, Uzbekistan, Korea Selatan, Timor Leste, Ekuador dan Meksiko. Pawai diawali dari  Jalan Gajahmada dan berakhir di depan Paseban Alun – Alun Ponorogo. Puncak acara akan berlangsung pada Selasa ,(30/7). Sehari sebelumnya yakni Senin (29/7) seluruh kontingen akan tampil full team di Gedung Reyog Jl. Pramuka. (sna)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry