Ubaidillah Zuhdi – Dosen dan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital

Pada 9 November 2021 diadakan kegiatan Seminar Nasional Series “The Coment” dengan tema Efektivitas Bimbingan Tugas Akhir di Era New Normal.

Penyelenggara utama kegiatan tersebut adalah Universitas Garut. Hadir pula universitas-universitas lain dalam acara tersebut yaitu Universitas Podomoro, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Putera Batam, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Penulis menjadi salah seorang pemateri pada acara tersebut. Materi yang dibawakan oleh penulis adalah pokok-pokok materi dari penulisan tugas akhir. Melalui materi tersebut, penulis memaparkan bab-bab yang ada di tugas akhir.

Info Lebiih Lengkap Buka Website Resmi u

Sebagai misal, salah satu poin yang ditulis pada bab 1 (pendahuluan) adalah research gap. Inti dari poin ini adalah adanya “lubang” yang bisa diisi oleh penelitian saat ini berdasarkan informasi-informasi yang didapatkan dari penelitian-penelitian terdahulu. Hal lain yang juga dijelaskan oleh penulis terkait dengan bab-bab tugas akhir adalah instrumen pengambilan data di bab 3 (metodologi penelitian). Dalam penelitian kuantitatif, instrumen pengambilan data yang umum dipakai adalah kuesioner.

Selain bab-bab yang ada di tugas akhir, penulis juga berbagi informasi mengenai hal-hal di luar teknis yang dibutuhkan dalam menulis tugas akhir. Salah satunya adalah jangan menunda menuliskan ide yang muncul. Saat ada ide, tuliskan. Jika ditunda, dikhawatirkan ide tersebut akan hilang.

Lebih baik menuliskan dulu ide yang muncul. Tidak masalah penulisan ide tersebut tidak terstruktur di awal. Hanya perlu memperbaikinya setelah beberapa saat. Penulisan ide yang tidak terstruktur di awal jauh lebih baik daripada ide tersebut tidak jadi ditulis karena terlanjur hilang dari pikiran.

Aspek nonteknis lain yang dibutuhkan adalah jangan terlalu banyak berpikir dalam mengerjakan tugas akhir. Progres dalam pengerjaan tugas akhir adalah sesuatu yang perlu ditunjukkan. Tentu perlu kecermatan dalam mengejar progres. Tidak asal mengejar progres.

Hal yang ditekankan oleh penulis dari aspek ini adalah progres akan susah didapatkan jika terlalu ragu. Lebih baik ada progres sedikit daripada tidak ada sama sekali.

Di bagian akhir pemaparan, penulis menuliskan kalimat yang singkat, yakni “tugas akhir perlu diselesaikan!” Hal ini mungkin bagi sebagian orang akan terlihat aneh. “Sudah sewajarnya tugas akhir diselesaikan. Apakah hal yang sudah jelas seperti itu perlu disampaikan?” Mungkin seperti ini pendapat yang ada di pikiran mereka.

Namun yakinlah bahwa pesan untuk menyelesaikan tugas akhir adalah sesuatu yang perlu disampaikan. Selain sebagai motivasi, pesan tersebut bisa dipandang sebagai tujuan yang perlu dicapai oleh semua pejuang tugas akhir. Jika ada yang berpendapat bahwa tugas akhir yang baik adalah tugas akhir yang selesai, maka penulis setuju dengan pendapat tersebut.

Bayangkan jika sebuah tugas akhir tidak selesai. Hal tersebut tentu memiliki konsekuensi-konsekuensi. Satu konsekuensi yang jelas adalah seorang mahasiswa tidak bisa lulus dari perkuliahan.

Konsekuensi ini merembet pada hal-hal lainnya seperti lebih sulit mendapatkan pekerjaan dan melanjutkan pendidikan. Konsekuensi lain adalah penelitian yang dilakukan akan berhenti. Imbasnya, potensi dalam mendapatkan kebaruan-kebaruan lain di topik penelitian tersebut tidak bisa dimaksimalkan.

Penulisan tugas akhir akan menjadi cerita tersendiri bagi seorang mahasiswa. Ada yang lancar, ada juga yang berliku. Ada yang happy ending, ada juga yang sad ending. Satu hal yang perlu disadari oleh para pejuang tugas akhir adalah diri sendiri memiliki andil dalam menuliskan cerita tersebut.

Jika diri sendiri tekun dan ulet dalam menyelesaikan tugas akhir, Insyaa Allah cerita mengenai tugas akhir akan berakhir happy ending. Sekarang tinggal memilih apakah mau menuliskan cerita tugas akhir yang berakhir bahagia atau tidak. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry