Ilustrasi BNI Syariah Hasanah Card (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Indonesia dikenal sebagai salah satu Negara dengan penduduk Muslim terbesar  di dunia. Dalam perkembangannya kesadaran masyarakat muslim untuk menghindarkan diri dari kegiatan yang berhubungan dengan riba makin tinggi, menjadikan perbankan syariah dengan produk-produknya makin bisa diterima.

Salah satunya produk kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank Syariah. Bisnis kartu pembiayaan syariah diperkirakan berpotensi mengalami peningkatan di waktu yang akan datang sehingga kontribusi terhadap bisnis dan pendapatan bank diharapkan semakin meningkat. Apalagi dengan adanya program Gerbang Pembayaran Nasional di era digital saat ini, penggunaan transaksi noncash semakin diminati konsumen dan membuat pasar kian prospektif.

Sepertihalnya perbankan konvensional, perbankan syariah memanfaatkan momen tersebut dengan meluncurkan produk kartu pembiayaan syariah. Mengutip data Statistik Sistem Keuangan Indonesia Bank Indonesia, per Juli 2019 jumlah kartu kredit yang beredar keseluruhan 17 juta unit dengan volume transaksi naik 7,17 persen secara year on year (YoY) menjadi sebesar 30 juta transaksi.

Nilai transaksi total kartu kredit juga menguat menjadi 11,69 persen menjadi sebesar Rp29,86 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan total transaksi pada akhir Juni sebesar 1,99 persen menjadi Rp25,91 triliun.

Akan tetapi, meskipun prospeknya besar, realisasi kontribusi kartu pembiayaan syariah terhadap bisnis UUS CIMB Niaga  dan BNI iB Hasanah Card masih kecil dibawah lima persen. Tidak jauh beda dengan kontribusi perbankan syariah dari total perbankan di Indonesia.

Kenapa demikian, kata Abdul Mongid, pengamat perbankan dari Surabaya tidak lepas dari belum gencanya perbankan syariah mengenalkan produk kartu kredit-nya, sehingga masyarakat banyak belum tahu.

“Belum semua perbankan syariah di Indonesia merilis produk kartu kredit. Yang terpnting kartu kredit syariah harus berbeda dari konvensional dalam semua sisi. Tidak saja dalam akad, melainkan juga dalam pola pemasaran, penagihan dan lain-lain sehingga mampu menarik pengguna kartu kredit bank konvensional pindah ataupun pengguna kartu kredit baru,” jelasnya.

Abdul Mongid melihat sisi penagihan yang dilakukan kartu kredit bank konvensional yang galak, kasar dan prototype jelek lainnya harus diubah oleh bank syariah kepada pengguna yang menunggak. Kalau itu bisa dilakukan, menjadi nilai lebih bagi kartu kredit bank syariah.

“Tanpa ada perubahan, bakal susah kartu kredit untuk menarik pelanggan lama beralih dan menggaet pengguna baru. Gunakan konsep syariah yang benar-benar syariah dalam segala hal. Bila itu bisa dilakukan, bukan sulit bagi kartu kredit syariah untuk menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang kini sudah familiar dengan transaksi non cash,” jelas Mongid.

Mongid menambahkan pemahaman masyarakat akan perbankan syariah terus meningkat. Bahwa masyarakat menilai perbankan syariah dengan konsep yang sudah ditegaskan Dewan Syariah Nasional (DSN) pastinya memiliki batasan sesuai perbankan syariah. Meski demikian edukasi berkelanjutan tentang bank syariah dan produknya perlu dilakukan.

“Sehingga kartu pembiayaan syariah tidak perlu diragukan lagi pemenuhan terhadap sharia compliance. Kalau saat ini belum banyak masyarakat yang menggunakan kartu pembiayaan syariah, itu karena sampai saat ini harus diakui tingkat literasi masyarakat mengenai perbankan syariah masih harus terus ditingkatkan, dan penyedia jasanya juga masih terbatas,” paparnya.

Prinsip yang diterapkan dalam kartu kredit syariah tentu saja menjadi nilai lebih bagi kartu kredit tersebut. Karena pada dasarnya ada banyak sekali nasabah yang menginginkan layanan yang sesuai dengan fatwa dan agama.

“Keberadaan kartu kredit syariah tentu akan menjadi sebuah layanan yang memberikan kenyamanan tersendiri bagi nasabah-nasabah tersebut, di mana mereka bisa merasa tenang dan nyaman saat melakukan transaksi keuangan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Mengutip data BI, outstanding pembiayaan UUS CIMB Niaga via kartu syariah mencapai Rp701 miliar. Realisasi itu berkisar 2,5 persen dari total pembiayaan yang disalurkan perseroan hingga akhir semester I/2019 yang tercatat sebesar Rp27,96 triliun. Sementara BNI Syariah kontribusi kartu pembiayaan masih belum terlalu tinggi. Per Juni 2019, outstanding BNI iB Hasanah Card sebesar Rp352,6 miliar.

Kedua perseroan berharap kontribusi segmen kartu pembiayaan dapat semakin bertumbuh terhadap total bisnis perseroan seiring dengan akuisisi nasabah yang terus ditingkatkan. Dan persaingan dipastikan akan makin ketat karena PT Bank BRI Syariah Tbk. yang sudah mengambil ancang-ancang untuk masuk ke segmen yang sama pada 2020.

BRI Syariah tertarik lantaran melihat permintaan masyarakat untuk halal lifestyle terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Padahal dari sisi supply, penyedia jasa kartu pembiayaan syariah masih sedikit.

Transaksi Nyaman Tanpa Ragu Riba

Ilustrasi BNI Syariah Hasanah Card (duta.co/dok)

Ada dua bank syariah yang sudah mengeluarkan produk kartu kredit syariah yakni CIMB Niaga Syariah dan BNI Sariah. Bank CIMB Niaga Syariah mengeluarkan produk kartu kredit yang diberi nama CIMB Niaga MasterCard Syariah Gold.

Kartu kredit ini dijalankan dengan menggunakan 4 akad sekaligus, yakni: Akad Kafalah (akad penjaminan), Qardh (akad pinjam meminjam), Ijarah (akad penyediaan jasa). Dengan begitu bisa dipastikan, semua kemudahan menggunakan kartu kredit bisa anda dapatkan dari kartu kredit syariah yang menggunakan layanan MasterCard ini.

Sedangkan BNI Syariah memberikan layanan kartu kredit syariah yang akan melengkapi kebutuhan nasabah akan layanan tersebut. Ada 3 jenis kartu kredit yang dikeluarkan BNI Syariah, yakni BNI Syariah Hasanah Card Platinum,  BNI Syariah Hasanah Card Gold dan  BNI Syariah Hasanah Card Classic.

Ketiga kartu kredit yang dikeluarkan oleh BNI Syariah tersebut menggunakan 3 akad, yakni: Akad Kafalah, Qardh, dan Ijarah. Ketiga kartu kredit yang dikeluarkan oleh BNI Syariah tersebut tentu bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan nasabah yang mengharapkan layanan kartu kredit dengan prinsip syariah.

BNI Syariah bahkan memberikan layanan kartu kredit syariah untuk semua jenis kartu sekaligus, sehingga nasabah bisa menyesuaikan jenis kartu dan kebutuhan mereka akan limit (plafon) kredit tertentu.

Keyakinan dan kenyamanan menggunakan kartu kredit berbasis syariah menjadi salah satu alasan Rania Yasmin memilh menggunakan  Kartu BNI iB Hasanah. Baginya kalau memang ada produk yang lebih baik dan sesuai syariah memantapkan dirinya memilih produk Kartu BNI iB Hasanah.

“Dari coverage dan kegunaan semuanya sama dengan kartu krdit konvensional. Pastinya lebih memilih yang sudah jelas sesuai syariah. Sudah saatnya kaum muslim di Indonesia menggunakan produk yang sesuai syariah,” tegasnya.

Dengan menggunakan Kartu BNI iB Hasanah tidak ada kendala apapun dalam melakukan transaksi perbankan. Banyak kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan Kartu BNI iB Hasanah kepada nasabah memberinya nilai lebih dan menyarankan masyarakat untuk tidak ragu beralih ataupun nasabah kartu kredit baru yang selama ini belum menggunakan.  

“Mulailah dari hal-hal kecil dengan menggunakan sistim yang berbasis syariah, termasuk kartu kredit. Kalau tidak kita yang memulai, kapan dan siapa lagi yang yang mau ,” sarannya.

Kemudahan Traveling dan Proteksi Non Halal Kartu BNI iB Hasanah

Ilustrasi BNI Syariah Hasanah Card (duta.co/dok)

BNI Syariah menawarkan kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran penunjang halal lifestyle. Dengan menggunakan kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai promo menarik yang ditawarkan di event BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019.

Beberapa promo BNI iB Hasanah Card yang ditawarkan diantaranya one day approval aplikasi BNI iB Hasanah Card dengan membawa dokumen lengkap. Top up limit sementara bagi nasabah yang ingin bertransaksi namun limit kurang selama event berlangsung. Free handling cost Rp 1,5 juta untuk pembelian paket umroh di NRA Travel, cicilan 0% selama 12 bulan paket wisata halal ke berbagai destinasi . Seperti Jepang, Korea dan Bangkok, dan cashback hingga Rp 5 juta apabila bertransaksi di event BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019.

SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi berharap dengan adanya promo transaksi ini bisa meningkatkan bisnis kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card.

“Kami targetkan sales volume kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card Rp 1,2 triliun pada akhir tahun 2019,” kata Iwan dalam rilisnya.

Sedangkan target outstanding atau tagihan yang tertahan sampai akhir 2019 sebesar Rp 377 miliar dengan target NPF diangka 3%. Kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card memiliki perbedaan dengan kartu kredit bank konvensional. Yaitu akadnya berdasar syariah; tidak ada denda keterlambatan dan tidak ada biaya overlimit.

“Juga pengenaan biaya yang sudah jelas di depan, yaitu monthly fee sehingga biaya yang dikenakan ke nasabah sudah dapat diketahui didepan,” jelasnya.

Iwan Abdi  menambahkan keuntungan lain Kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card memiliki sisitim proteksi yang berbeda dengan kartu kredit konvensional. Yakni BNI iB Hasanah Card ini hanya dapat bertransaksi di merchant halal di seluruh dunia pada merchant yang berlogo MasterCard.

“Jika pengguna BNI iB Hasanah Card menggunakan kartu pembiayaan ini untuk transaksi di merchant non halal seperti pub, diskotik, tempat perjudian, karaoke, escortservices maka akan otomatis tertolak,” ujarnya.

Harapannya dengan sistim dan proteksi yang tentu saja berbeda dengan kartu kredit bank konvensional lainnya memberikan nilai plus bagi pengguna. Message-nya Meski jaringannya dunia, BNI iB Hasanah Card secara otomatis akan memberikan alarm penolakan bila digunakan di merchant non halal.

“Inilah yang akan kita gelorakan dan kabarkan kepada masyarakat untuk menggunakan BNI iB Hasanah Card yang dijamin dari sisi akad dan sistim yang sesuai syariah,” pungkas Iwan Abdi.

Dapatkan dan gunakan layanan ini dengan tenang, bukan hanya prinsipnya saja, namun beragam keuntungan lain di dalamnya juga.

BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019 adalah pameran haji dan umroh terbesar dan terlengkap di Indonesia, yang diselenggarakan oleh BNI Syariah bekerja sama dengan Arrayan Multi Kreasi (AMK) pada 30 Agustus – 1 September 2019 di JCC, Senayan lalu.

Melalui BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019, BNI Syariah tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, namun juga sebagai aggregator bisnis dan kolaborator bagi segenap stakeholders. (imam ghozali)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry