NASABAH : Kepala Kantor PT BPF Cabang Malang, Andri yang berhasil menyumbang pertumbuhan nasabah sebesar 8,22% secara Nasional. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Industri Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK) diprediksi tetap tumbuh signifikan pada Tahun 2019 meski ada Pileg dan Pilpres karena bisa menjadi alternatif investasi baru. perdagangan berjangka komoditas bisa menjadi kesempatan dan alternatif untuk investasi yang aman di tengah tahun politik dan ketidakpastian global.

” Ini (perdagangan berjangka komoditas) adalah pasar global, bukan pasar lokal. Benar-benar sebuah kesempatan. Karena itu kami optimistis (tumbuh) pada 2019,” kata Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang beberapa waktu lalu.

Diakuinya dibandingkan dengan pasar modal perdagangan berjangka komoditas terbilang lambat pertumbuhannya. Saat ini bursa komoditas baru memiliki sekitar 200 ribu akun atau nasabah. “Jadi ruang untuk tumbuhnya masih sangat besar,” kata Paulus.

BBJ menargetkan pertumbuhan volume transaksi multirateral sebesar 1,38 juta lot. Adapun kontribusi target volume transaksi BBJ di 2019 menekankan pada empat pasar utamanya. Pertama pasar perjangka kopi 507,933 lot. Kedua pasar berjangka emas 390.728 lot. Ketiga pasar berjangka olein 171.322 lot. Kempat pasar berjangka kakao 46.003. Sisanya berasal dari pasar komoditas lainnya.

BBJ juga akan merilis pasar baru. Pertama, pasar berjangka emas syariah yang sudah diajukan dan tinggal menunggu tahap kuputusan akhir dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Kedua,segera merilis pasar berjangka karet. Sebab, pasar ini berhubungan dengan dua negara produsen karet yakni Thailand dan Malaysia. Dimana ada potensi di pasar tersebut.

Stephanus Paulus Lumintang menambahkan emas merupakan investasi komoditas global maka tak heran kontribusinya paling besar. Sektor emas cukup bervariasiketimbang komoditas lain. Sehingga emas merupakan pasar investasi komoditas yang paling dekat dekat pelaku pasar. Sementara itu, untuk sektor kopi memang menjadi salah satu andalan BBJ.

“BBJ berusaha mengajak masyarakat untuk berinvestasi yang berbasis berjangka khususnya pada sektor kopi. Karena sektor ini cukup menjanjikan mengingat Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia,” jelasnya.

Kendala selama ini yakni minimnya literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Sehingga berbagai keutamaan PBK belum banyak diketahui public termasuk potensi keuntungan besar yang bisa didapatkan. High return high risk memang tetap harus dipahami investor yang akan berinvestasi di PBK.

Padahal jika ditelaah secara akademis, mulai dari waktu, familiar dengan kaum muda, besarnya laba, serta peluang wirausaha, sebenarnya prospeknya sangat menggiurkan dan cocok untuk kaum millenials yang menyukai tantangan. Dibandingkan dengan instrument investasi lainnya, PBK lebih dinamis dengan menjanjikan high return tinggi.

Cocok untuk Kaum Milenials

KOMODITAS : Emas salah satu komoditas yang paling banyak dipilih. (duta.co/dok)

Menurut akademisi Drs Kadarusman Ak MM, Pembantu Ketua (Puket) III Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Malangkucecwara Malang, perkembangan PBK di Indonesia sangat cerah. Sayangnya sektor ini belum sepenuhnya dilirik dan digarap maksimal.

Ada empat faktor PBK memiliki potensi besar sebagai pilihan investasi utama. Pertama, familiar untuk kamu milenilas. Jika dilihat dari prilaku kaum muda yang tidak lepas dari IT dan Gadget, serta wirausah, bursa berjangka ini sangat cocok dengan hal tersebut.

Hal kedua, masih menurut Kadarusman yang juga pengampuh mata kuliah Manajemen Keuangan Internasional. Prilaku kaum muda saat ini yang enggan bekerja dengan ketentuan waktu, menjadi pialang di pasar berjangka ini sangat tepat karena tidak lagi diatur berangkat dan pulang kerjanya.

“Hampir 24 jam penuh Anda bisa bertransaksi. Hingga berkecimpung di dalam dunia perdagangan berjangka, tentu sangat menyenangkan, bagi kalangan yang tidak ingin disekat oleh waktu,” jelasnya.

Masih menurut Puket III yang dulu dikenal ABM ini, ”Faktor ketiga prospeknya perdagangan berjangka, melalui gadget dan sarana kemudahan mengakses dunia maya, Anda tak perlu kemana-mana dalam bertransaksi. Tanpa perlu bepergian, Anda bisa jual beli di bursa berjangka dengan mudah, yang memang hal tersebut sudah lazim dalam Electronic Trading System.” Urainya.

Faktor keempat, besarnya laba yang didapat. Meski ‘High Risk High Return’, dalam perdagangan berjangka keuntungan dapat diraup dalam sekejap.

“Dalam hitungan menit maupun detik, pialang dapat untung hingga Rp 50 Juta. Namun jika terlalu berambisi, bisa malah sebaliknya, ia bisa rugi puluhan hingga ratusan juta dalam sekejap. Maka perlu pemahaman konperenhensip dengan bekal keilmuan disertai Feeling Market yang kuat.” Jelas Kadarusman.

Di Indonesia bursa berjangka masih sepi peminat dan minim transaksi. Jika dibanding Negara tetangga seperti Malaysia, jumlah transaksi satu produk CPOnya saja bisa mencapai 50 ribu lot dalam sehari. Di Negara kita seluruh transaksi dalam sehari baru menginjak 30 lot. Jauh jika lihat di Amerika, yang satu produk CMI membumbung hingga 10 Juta lot transaksi.

“Berkaca dengan perbandingan di atas, maka terbuka lebar peluang untuk terjun langsung ke bursa berjangka.” Tandas Kadarusman.

Pilih Perusahaan PBK Legal

TERINTEGRASI : Kepala Kantor PT BPF Cabang Malang, Andri, menunjukan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (Sitna) yang sudah terintegrasi di kantor BPF Malang. (duta.co/dedik ahmad)

Besarnya potensi PBK di Indonesia, banyak dimafaatkan perusahaan PBK illegal yang sengaja meraih untung besar dari ketidaktahuan calon investor dengan iming-iming return besar. Karenanya sebelum memilih investasi ini, pilihlah Perusahaan PBK Legal yang memililiki legalitas. Salah satunya, PT Best Profit Future (BPF), yang legalitasnya sudah disahkan negara dengan transparansi tinggi serta tingkat pertumbuhan signifikan sekali.

Seperti dikatakan Andri, Kepala Kantor Cabang PT. Best Profit Future (BPF) Malang, merupakan perusahaan pialang berjangka nomor dua terbesar nasional. Bahwa kota Malang sebagai Kota Pariwisata dimana perputaran fresh money cukup tinggi. Jumlah pengusaha yang domisili di sini juga tinggi, yang hal tersebut merupakan peluang untuk menjadi nasabah.

“Selain itu Malang juga dikenal masyarakatnya sebagai Pedagang komoditi. Seperti di daerah Dampit, yang popular sebagai penghasil kopi. Kota Malang juga termasuk pemasok komoditi gula, dengan pabrik gula Kebon Agung dan Krebet,” ungkap Andri.

Ditilik dari kedua potensi di atas, prospek dari perdagangan komoditi di Kota Malang tentu sangat menjanjikan. Selain meningkatkan komoditas unggulan di daerah khususnya Malang dan sekitarnya menjadi salah satu komoditas yang bisa diperdagangkan.

Andri yang pernah menjadi Kepala Cabang termudah se Indonesia juga menerangkan, kelebihan bursa berjangka lebih menggiurkan. Perdagangan berjangka tidak seperti bursa saham yang hanya satu arah. Ketika posisi saham di atas bisa dilepas.

“Di perdagangan berjangka, dimana pun posisi komoditi bisa ditransaksikan yang kesemuanya bisa menguntungkan. Jangan ragu untuk investasi di PBK. Apalagi kini semaunya sudah online trading, mudah dioperasikan dan bisa diperdagangan darimana saja asal ada akses internet,” jelasnya.

Data Bursa Berjangka Jakarta, total pangsa pasar BPF saat ini telah mencapai 12,96 persen. BPF memiliki 10 kantor cabang yang tersebar di Jakarta, Malang, Bandung, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Jambi, Pontianak, dan Banjarmasin.

Selain kantor layanan untuk menjangkau nasabah tersebut, Perseroan memfasilitasi sistem transaksi perdagangan berjangka dengan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA).

“Melalui Sitna yang disediakan oleh Kliring Berjangka Indonesia dan Bursa Berjangka Jakarta, maka setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapanpun dan dimanapun,” katanya.

Gandeng STIE Malangkucecwara

PRODUK LOKAL : PBK bisa meningkatkan produk komoditas unggulan lokal, seperti kopi. (duta.co/dok)

Edukasi PBK masih perlu dilakukan karena minimnya jumlah investor sekaligus menambah investor baru. Tidak hanya itu, juga untuk meraih kepercayaan masyarakat lebih luas lagi, upaya edukasi BPF terus dilakukan dengan menggelar edukasi kepada wartawan maupun mahasiswa.

BPF Malang sendiri telah bekerjasama dengan STIE Malangkucecwara dalam membentuk Future Trading Learning Center (FTLC). Maksud dan tujuannya FTLC tak lain untuk membantu mahasiswa dan para akademisi untuk lebih mengenal manfaat serta resiko investasi di perusahaan pialang berjangka dari perusahaan yang legal diakui Negara.

BPF sendiri merupakan perusahaan pialang yang terus tumbuh dengan membukukan total volume transaksi mencengangkan, yakni hingga 492.475 lot di sepanjang semester I tahun 2019.Dari sisi nasabah baru, dalam enam bulan pertama di tahun ini BPF berhasil menarik 1.203 nasabah baru.

“Hal-hal spektakuler diatas, karena kami selalu membudayakan ‘Work Hard Play Hard’. Dengan kaidah bekerja Whe Lock. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih artinya membekali diri dengan pelatihan berkontinunitas, gigih dalam bekerja, berdedikasi, transparan di internal perusahaan maupun ke nasabah, dan mengedepankan kejelasan dalam segala hal, serta selalu membina hubungan kekeluargaan.” Pungkas Andri.  (Dedik Achmad)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.