Korban Hendrik yang tewas kesetrum saat berada di Puskesmas Blimbing, Gudo, Jombang. DUTA.CO/ NURUL YAQIN.

JOMBANG | duta.co – Nasib tragis menimpa Hendrik, asal Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Jombang. Betapa tidak, lelaki berusia 36 tahun, yang bekerja sebagai buruh bangunan itu, tewas akibat kesetrum aliran listrik, di tempat kerjanya.

Keterangan yang berhasil dikumpulkan menyebutkan. Sekitar pukul 14.00 WIB, Hendrik yang buruh bangunan itu, memindahkan andang di tempat kerjanya, yakni di gedung SDN 2, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Jombang. Ketika itulah, Hendrik mengangkat sebuah andang besi. Tanpa mengetahui ada kabel  tergelatak di lantai, andang yang diangkut Andik, nyangkut kabel yang beraliran listrik tersebut, hingga putus.

Spontan, begitu kabel tersebut putus, aliran listrik dari kabel itu, mengaliri andang besi yang diangkut Hendrik. Melihat Hendrik tersengat aliran listrik dari andang yang diangkutnya, Arman, teman Hendrik
berusaha menolongnya. Namun, Arman terpental. Selanjtnya dengan menggunakan kayu, Arman menarik andang tersebut, hingga Hendrik terlepas dari andang yang sudah tidak teraliri listrik itu.

Selanjutnya, oleh sejumlah temannya, Hendrik dilarikan ke Puskesmas, Blimbing, Gudo, yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi kejadian. Sayangnya, sesampai di Puskesmas Blimbing, Nyawa Hendrik sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Kapolsek Gudo, AKP Yogas, yang dikonfirmasi membenarkan tewasnya Hendrik akibat kesetrum saat kerja. “ Korban meninggal akibat kesetrum listrik. Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Jenazah almarhum sudah dibawa pulang keluarganya, untuk dimakamkan, “ ujar AKP Yogas, kepada Duta.co. Kamis (7/12) petang. (rul)

Tinggalkan Balasan