Jalan ditutup untuk olah TKP Selasa malam hingga Rabu dini hari tadi.
JAKARTA | duta.co – Kondisi keamanan di negeri ini semakin mencemaskan. Yang menyedihkan masih sering terjadi sikap ugal-ugalan oknum aparat keamanan yang membuat masyarakat khawatir. Kasus sepele pun meminta korban nyawa.
Setelah kasus perusakan dan pembakaran kantor Polsek Ciracas Jakarta Timur oleh sejumlah oknum yang diduga aparat TNI yang menyoal penanganan kasus anggota TNI dianiaya preman, kini terjadi lagi kasus yang hampir sama. Seorang anggota TNI Angkatan Darat bernama Letkol CPM Dono Kuspriyanto, ditembak di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, pada Selasa 25 Desember 2018 malam sekira pukul 22.30 WIB. Pelaku penembakan yang terjadi di depan Sekolah Santa Maria, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, itu diduga oknum anggota TNI AU. Pelaku sudah ditangkap aparat kepolisian.
Kejadian ini berawal pukul 22.30 WIB, diduga terjadi serempetan kendaraan antara sepeda motor pelaku dan mobil korban sebelum TKP. Ketika serempetan, mobil korban tidak mau berhenti, sehingga pelaku pun mengejar mobil korban dan langsung menembak dari arah belakang mobil.
Korban tetap melajukan kendaraannya sehingga pelaku mendahului dan menghadang di depan mobil korban. Selanjutnya terjadi cekcok. Pelaku yang marah lalu melakukan penembakan terhadap korban dari arah depan. Korban tewas. Sesaat setelah kejadian, pelaku masih sempat mengatur lalu lintas, kemudian langsung menghilang di antara kerumunan massa.
Pukul 22.45 WIB, dilakukan pengecekan TKP. Ditemukan seorang laki-laki meninggal dunia di dalam mobil dinas TNI AD jenis Toyota Kijang kapsul warna hijau dengan nomor 2334-34. Saat dilakukan pengecekan, kendaraan masih dalam keadaan menyala, sedangkan korban sudah meninggal di posisi kemudi.
Korban mengalami luka di pipi kiri dan punggung akibat luka tembak senjata api. Mobil yang dikendarai korban terdapat empat lubang bekas tembakan di bagian kaca belakang dua lubang dan kaca depan dua lubang.
Segera setelah menerima laporan dari warga, polisi langsung mengejar pelaku. Tak lama kemudian pelaku penembakan anggota Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) Letkol Dono Kuspriyanto itu pun ditangkap pada Rabu 26 Desember 2018 dini hari. Pelaku bernama Jhoni Risdianto itu anggota TNI AU.
“Sudah ditangkap. Untuk detilnya ditangkap di mana, bagaiman prosesnya, segala macam itu konpers nanti,” kata Kadispen AU Kadispen TNI AU Marsma Novyan Samyoga Rabu (26/12/2018). “Sementara ini (pelaku-red) anggota TNI AU,” imbuhnya.
Jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramatjati. Polisi menemukan proyektil dan sepeda motor diduga milik pelaku di sekitar lokasi kejadian. “Ditemukan proyektil di sekitar TKP,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo lewat pesan singkat, Rabu (26/12/2018) dini hari.
Dedi menambahkan polisi langsung melakukan olah TKP setelah peristiwa penembakan itu terjadi. Polisi juga menemukan satu unit sepeda motor Yamaha N-Max yang diduga milik pelaku yang kabur setelah melakukan penembakan. “Pelaku meninggalkan motor yang dikendarai dan bergerak menjauhi TKP,” katanya. “Kemudian korban ditemukan ditemukan tewas di dalam mobil,” imbuhnya.
Belum diketahui motif penembakan tersebut. Polisi tengah memburu pelakunya.
Pantuan di lokasi, telihat 7 lingkaran putih berada di ruas Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Lingkaran-lingkaran itu diduga tempat proyektil penembakan tersebut ditemukan. Namun informasi yang dihimpun jumlah proyektil yang ditemukan ada 4 butir.
Yang menarik pelaku penembakan tersebut juga berasal dari POM TNI. Kadispen TNI AU Marsma Novyan Samyoga mengungkap bahwa pelaku penembakan di Jatinegara terhadap Letkol Dono berasal dari satuan TNI AU. Namanya Jhoni Risdianto. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jhoni Risdianto merupakan anggota TNI AU dari kesatuan Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau).
Kasus ini sendiri saat ini telah diserahkan dari Polda Metro Jaya ke POM AU. Kapolda Metro Jaya Idham Azis menyebut, pihaknya hanya melakukan penangkapan bersama POM dan menggelar olah TKP.
“Kita hanya olah TKP dan melakukan penangkapan bersama POM kemudian tahu kalau pelakunya TNI, kita serahkan penyidikannya ke POM,” jelas Idham, Rabu (26/12). (det/hud/okz)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.