
SURABAYA | duta.co – Ratusan massa yang tergabung dalam Paguyuban Jagal dan Pedagang Daging Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, menggeruduk Gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso No. 18, Senin (12/1/2026).
Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa sejumlah poster bertuliskan, “Tolong Pak Eri, kami hanya mencari sesuap nasi di RPH Pegirian” dan “RPH Pegirian sudah menjadi mata pencaharian kami, tolong jangan dipindah”, serta poster bernada protes lainnya. Mereka juga membawa tiga ekor sapi hidup sebagai simbol penolakan terhadap rencana pemindahan RPH.
Dari pantauan wartawan duta.co di lokasi menunjukkan situasi sempat memanas ketika massa memaksa membawa sapi-sapi tersebut masuk ke halaman Gedung DPRD Surabaya. Kehadiran hewan ternak di area perkantoran menarik perhatian warga dan membuat suasana sempat riuh, namun tetap berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
Abdullah Mansur selaku Koordinator Paguyuban Jagal dan Pedagang Daging Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian menjelaskan, aksi tersebut dilatarbelakangi penolakan para mitra jagal terhadap rencana relokasi RPH Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangun.
“Iya, kami perlu sampaikan aksi ini adalah aksi yang diinisiasi oleh Para jagal dan para pedagang daging sapi se-Kota Surabaya, kita menuntut Walikota Surabaya untuk kemudian membatalkan rencana pemindahan RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun,” ujarnya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Dullah tersebut juga mendorong Wali Kota Surabaya untuk mencabut surat edaran yang dikeluarkan sekitar Desember 2025.
“Saya meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk mencabut surat edaran tentang pendaftaran para jagal yang ada di Pegirian untuk dipindah ke Tambak Osowilangun,” katanya.
Ia menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya akan mengambil langkah lanjutan berupa aksi besar-besaran disertai mogok kerja yang berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi pangan.
“Sementara masih belum ada tanggapan, kami akan terus melakukan aksi mogok kerja dan akan melakukan aksi demo besar-besaran, sampai betul-betul tuntutan kami dipenuhi, supaya apa? Supaya memberikan alarm terhadap pemerintah kota, Gubernur Jawa Timur dan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait masalah stabilitas ekonomi,” katanya.
Di tengah orasi, para demonstran akhirnya ditemui oleh pimpinan DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni. Namun sebelum pertemuan berlangsung, pihak massa diminta untuk menunjuk sepuluh perwakilan guna masuk ke dalam Gedung DPRD Surabaya. (rud)





































