MANTAN: Mantan teroris bom Bali Ali Fauzi saat tampil dalam dialog kebangsaan Barikade Gus Dur Jatim. (mha)

 

Lamongan|duta.co-Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Barikade Gus Dur (BGD) Jawa Timur  terus menggebrak Jatim. Kali ini giliran di  Lamongan dengan menggelar  kegiatan dialog kebangsaan bertajuk “Menjaga Toleransi dan Menolak Radikalisme Menuju Indonesia Maju”, di Hall Samudra Hotel Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR), , Lamongan, Sabtu (6/8).

DPW BGD Jatim, Ahmad Arizal mengatakan, dialog kebangsaan ini diikuti oleh DPC BGD Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban, yang sekaligus dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah. “Kegiatan ini selain untuk meneladani nilai-nilai yang diajarkan oleh Gus Dur juga untuk memperteguh persatuan dan kesatuan agar terhindar dari radikalisme dan terorisme. Mengingat, negara ini juga memiliki banyak keragaman,” ujar Arizal.

 

 

Selain itu, Arizal berharap, politik identitas tak dipakai sebagai strategi mobilisasi untuk memenangkan Pemilu maupun Pilpres 2024. Sehingga tak terjadi lagi pembelahan masyarakat dan kohesi sosial pun tak terganggu. “Hari ini kita akan menghadapi Pilpres 2024. Jangan sampai ada suatu kelompok yang mengatasnamakan agama tapi justru mengganggu atau bahkan merusak stabilitas. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga toleransi dan menolak radikalisme demi negara yang aman, tentram dan damai. Semoga Pemilu 2024 ke depan tidak gaduh,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jatim, R. Heru Wahono Santoso menyampaikan apresiasinya kepada BGD Jatim. Menurutnya, terorisme masih menjadi ancaman bagi negara. Bahkan, ia menyebut, terorisme bagaikan penyakit yang komplikasi. “Kegiatan ini selaras dengan langkah Bakesbangpol dalam mencegah terorisme dan radikalisme melalui sejumlah pembinaan kepada masyarakat di Jatim. Kita juga terus meningkatkan toleransi, karena bibit terorisme dan radikalisme adalah intoleran,” ungkap Heru.

Tak hanya itu, Heru juga menuturkan bahwa terorisme ini bisa menjangkiti siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa, bukan hanya laki-laki, tapi juga perempuan, serta tak pandang dari latar belakang apapun. “Pola terorisme ini memang berubah-ubah dan terus berkembang, mulai dari pelakunya maupun metode yang dipakai. Maka sosialisasi dan pembinaannya pun harus dilakukan secara bersama. Apalagi ini menjelang Pemilu 2024, tentu kita tidak ingin ada politik identitas yang rawan menimbulkan perpecahan,” jelasnya.

 

Dialog kebangsaan ini menghadirkan 3 narasumber. Di antaranya Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian Lamongan Ali Fauzi Manzi, Waasintel Kasdam V Brawijaya Letkol Inf Imam Wibowo, Konsorsium Kader Gus Dur H. M. Misbahus Salam yang mewakili Ketua Umum Konsorsium Kader Gus Dur Hj. Yenny Wahid.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kepala Bakesbangpol Lamongan, Dianto Hari Wibowo, KH. Salim Azhar Rois Syuriah PCNU Lamongan, yang juga pengurus MUI setempat, jajaran Forkopimcam Paciran, ISNU Paciran, serta ratusan kader BGD. (rls.mha)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry