BERAS : Bupati Kediri , dr. Hj. Haryanti Sutrisno melihat drone yang diujicobakan di area persawahan (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Dihadapan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP dalam acara penyerahan bantuan peralatan tekhnologi pertanian modern. Bertempat di area persawahan Desa Jabon Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, Rabu (9/10). Bupati Kediri , dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan bahwa data di Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan minus 55 ribu ton tidak benar.

Dihadiri para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten dan Kota Kediri serta kelompok tani. Bupati Kediri menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan diberikan Kementerian Pertanian kepada pemerintah kabupaten. Peralatan multimedia berupa drone serta peralatan pertanian lainnya, akan segera difungsikan secara maksimal.

“Terima kasih atas drone yang dihadiahkan kepada kami dan akan kita manfaatkan mulai sekarang. Tadi waktu di mobil karena kita harus menyedot air dari Sungai Brantas, bapak menteri berkenan menghadiahkan kepada kami pompa air, kemudian traktor dan kontivator. Nanti proposalnya menyusul pak,” ucap Bupati sambil melihat ke arah Mentan.

Bupati melanjutkan bahwa berdasarkan data Tahun 2018 tertulis dalam laporan BPS, bila Kabupaten Kediri mengalami minus 55 ribu ton padi. “Bahwa tahun 2018 kita suprlus 50 ribu ton dan hasil riil ini setiap hari Jumat kita laporan kepada pak menteri. Tapi dari BPS ditulis 55 ribu. Berarti ada selisih 95 ribu ton,” ucap bupati kemudian disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Bupati dihadapan Mentan menyampaikan komoditas cabai saat ini nomor satu tingkat nasional. Kemudian untuk jagung menempati nomor tiga se-Jawa Timur. “Kemudian yang ada di hadapan bapak adalah mangga podang, tidak ada dimanapun hanya ada di Kabupaten Kediri,” imbuhnya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry