Direktur Utama MTF, Arya Suprihadi saat menjelaskan tentang kredit MTF kepada salah satu nasabahnya, Sabtu (2/3). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  Tol Trans Jawa diharapkan bisa membawa dampak dalam banyak hal. Dan salah satu yang terdampak akibat kehadiran jalan bebas hambatan tersebut adalah kredit otomotif khususnya roda empat.

Salah satu perusahaan pembiayaan yang terkena dampak itu adalah Mandiri Tunas Finance (MTF). Karena keberadaan tol Trans Jawa itu, merasa mampu memicu pertumbuhan 10 persen kredit kendaraan bermotor (KKB).

Hal itu diungkapkan, Direktur Utama MTF, Arya Suprihadi. Dikatakan Arya, operasional sejumlah ruas jalan tol baru akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah, sekaligus mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan karena faktor kemudahan akses jalan.

“Dengan hal itu,  kami cukup optimistis dengan pertumbuhan pembiayaan kendaraan sebesar 10 persen tahun ini. Apalagi, menurut Gaikindo 70 persen hingga 80 persen pembelian mobil menggunakan kredit,” jelas Arya di sela kegiatan penyambutan tim roadshow MTF, di Surabaya Sabtu (2/3).

Arya menyatakan optimisme itu dibarengi pula dengan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

Seperti Bank Mandiri, diler mobil, showroom mobil dan berbagai merek mobil. Oleh karena itu, selama kegiatan road show tim MTF juga menyempatkan singgah ke kantor cabang Bank Mandiri dan beberapa diler mobil.

“Kerja sama dengan mereka sekarang memang sudah terjalin, namun akan ditingkatkan supaya ada peningkatan market share dan penetrasi pasar yang lebih cepat,” sambungnya

Arya menegaskan, mereka itu memiliki potensi cukup besar bagi pengembangan produk-produk MTF.

Bank Mandiri, misalnya, yang memiliki 300.000 pelanggan yang cukup potensial untuk penyaluran kredit kendaraan.

Saat ini, setiap bulan MTF melayani kredit kendaraan untuk 9.000 hingga 10.000 pelanggan Bank Mandiri.

Selain itu, MTF juga bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk pembiayaan kendaraan dengan sistem syariah melalui produk BSM Oto.

Tahun lalu, penyaluran BSM Oto tercatat hampir 800 persen tingkat nasional sejak tahun 2017  Rp 212 milyar dan tahun 2018 mampu  mencapai 1.4 triliun. Sementara di tahun 2019 ini ditargetkan  mencapai Rp 2 Triliun

Kemudian, diler dan berbagai merek diharapkan juga akan mendongkrak segmen corporate fleet, yakni pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan korporasi baik untuk kendaraan roda empat maupun alat berat yang tahun lalu kontribusinya cukup besar.

“Tahun ini penyaluran pembiayan untuk corporate fleet bisa 10 persen hingga 15 persen,” papar Arya.

Dari sisi produk, MTF juga akan mendorong produk-produk seperti Cash Aja, yakni pembiayaan yang tidak bergantung pada penjualan kendaraan.

Tahun lalu penyalurannya mencapai Rp 900 miliar dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi sebesar Rp 2 triliun.

Kemudian, Kredit Kendaraan Milenial yang tahun ini mulai dipasarkan dan diperuntukkan untuk kaum milenial dengan angsuran berjenjang.

Produk-produk tersebut diharapkan bisa mendukung target penyaluran kredit tahun ini. “Tahun ini kami membidik penyaluran kredit sebesar Rp 29 triliun,” terang Arya.

Target tersebut, imbuh Arya, lebih tinggi dari tahun 2018 sebesar Rp 26,9 triliun atau naik 21,6 persen dibandingkan pembiayaan baru tahun 2017 sebesar Rp 22,2 triliun.

Dari total pembiayaan tersebut, sebesar 73,2 persen disalurkan untuk segmen retail, 23,7 persen untuk segmen corporate fleet, dan sisanya 3,6 persen pembiayaan segmen multiguna dan lain-lain.

Sementara kinerja MTF secara overview di wilayah Jatim, Bali, Nusra di tahun 2018 mencapai pertumbuhan 17,8 persen dari penyaluran tahun 2017.

Yaitu Rp 2,8 triliun. Selanjutnya di tahun 2019 ditargetkan bisa menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 3,4 triliun, atau tumbuh 22 persen. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.