Tampak KH Rozi Syihab (foto kanan) sedang berorasi di atas mobil demonstran. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Demo tolak kecurangan Pilpres 2019 semakin membesar. Hari ini, Jumat (17/5/2019) ada dua demo terjadi di Surabaya. Sekitar lima ribu massa bergerak ke kantor Bawaslu, ribuan lainnya bergerak ke DPRD Jawa Timur di Jl Indrapura.

KH Rozi Syihab, salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Pasuruan, berdiri orasi di atas mobil demonstran. Tampak pula Gus A’am Wahib, cucu pendiri NU almaghfurlah KH Wahab Chasbullah.

“Bawaslu ini lembaga yang dipercaya untuk mengawasi pemilu agar jujur dan adil. Kenyataannya kecurangan yang terjadi begitu masif dan nyata, tidak membuat lembaga ini bersikap tegas. Kami datang untuk mendesak agar lembaga ini berani bersikap tegas. Anda dibayar rakyat,” jelas KH Rozi dari atas mobil yang dikawal ribuan demonstran.

Menurut Kiai Rozi, kalau kecurangan seperti ini dibiarkan, maka, bangsa ini akan kehilangan sikap jujur dan adil, menjadi bangsa bar bar. Ujungnya biadab, tidak lagi taat aturan. “Ini sudah kelewatan. Jangan anggap enteng, risikonya bangsa ini bisa terus menerus bentrok lantaran dibiarkannya keculasan menciderai demokrasi,” tegasnya.

Kiai Rozi juga minta para demonstran tetap bersikap santun, dan damai. Jangan sampai terpancing, apalagi anarkis.  Karena sikap anarkis tidak akan menyelesaikan masalah. “Sampaikan aspirasi ini dengan sebaik-baiknya. Jangan terpancing, apalagi berbuat anarkis. Menyampaikan pendapat itu dijamin undang-undang,” tegasnya.

Ribuan orang ini juga menyasar gedung wakil rakyat (DPRD) Jawa Timur di Jl Indrapura, Surabaya. Tuntutan mereka, sama. Bawaslu harus berani memutuskan Pilpres berjalan penuh kecurangan. Dari keterlibatan aparat, penyulapan angka, sampai maraknya intimidasi. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry