Oleh Mukhlas Syarkun

TNI (Tentara Nasional Indonesia) lahir dari rakyat sebagai institusi yang mengobarkan jiwa patriotik, karena itu, mereka sangat disegani dan dicintai.

Namun, belakangan ini terlihat sekali sikap itu berlahan berubah. TNI sudah tidak sewibawa dulu. Hal ini disebabkan oleh TNI sendiri, yaitu kebijakan pimpinannya militeristik yang merambah di berbagai sektor.

Militerisasi calon manager Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sudah dilecehkan sejumlah orang di media TikTok. Kita semua tentu, ngelus dada, mengapa yang seperti ini terjadi. Ada sebuah konten, menggambarkan seorang petugas Kopdes berlagak militer. “Siap, siap salah,” katanya diberengi yel-yel di depan pembeli Kopdes.

Militerisasi ini, semula mendapat apresiasi, seperti kehadiran TNI ketika bencana dan membangun ribuan jembatan di daerah terluar. Ini semua diapresiasi. Namun peran itu kebablasan, semua cenderung akan dimiliterkan, celakanya dibarengi dengan aroma korupsi diberbagai program unggulan presiden.

Akibatnya publik tidak melihat sisi positif dari program itu, tapi yang melakat dalam alam sadar publik adalah uang rakyat sedang jadi bancaan, dengan sikap gragas plus terkesan arogan.

Hal ini memicu kekecewaan publik bahkan kini viral di dunia maya TNI dibuat bahan candaan. Kini telah hilang aura TNI sebagai pejuang yang terlihat justru sebagai petualang. TNI institusi sebagai penjaga kedaulatan yang dulu dicintai dan disegani kini pudar bahkan tumbuh kebencian.

Jika tidak cepat sadar dan bermuhasabah diri, maka pemilik kedaulatan negeri ini akan bersikap anti pati pada TNI, dan ini musibah tidak hanya bagi TNI tapi musibah bagi bangsa ini, mencemaskan bukan!!! (*)

Jakarta 1 Juli 2026

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry