JAKARTA | duta.co – Begini mestinya aparatur Negara, jangan ada keberpihakan politik kepada siapa pun. Lihatlah, seorang emak-emak dengan menaiki sepeda motor tampak dihentikan oleh anggota provost TNI Angkatan Udara sesaat melintas gerbang pintu Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusumah, Jakarta.

Penghentian emak-emak tersebut disebabkan tak lain karena memakai kaos bertulis Jokowi. Lucunya, bukannya mengindahkan perintah anggota TNI. Emak-emak itu justru marah-marah dan menghardik anggota TNI yang sedang bertugas.

“Ibu ini wilayah markas TNI. Tidak diperkenankan memakai kaos yang ada identitas pasangan calon presiden dan calon. Ini wilayah netral,” ungkap salah seorang Anggota TNI menegur emak-emak tersebut dengan halus.

Bukannya mendapat jawaban sopan. Emak-emak itu menjawab dengan nada tinggi. “Sudah tahu!” hardik emak-emak tersebut yang terekam dalam sebuah video kemudian viral di media sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) Novyan Samyoga, membenarkan video tersebut.

“Yang mengambil video itu, anggota provos Halim sendiri, dengan maksud akan dijadikan barang bukti penegakkan aturan netralitas. Namun tersebar di media sosial,” ucap Novyan, Senin, (21/1) kepada redaksi rmol.co.

Novyan menegaskan, TNI khususnya Angkatan udara demikian halnya juga kawasan militer tidak diizinkan  untuk menggunakan atribut peserta pemilu 2019 apapun.

“Tidak diizinkan pakai atribut paslon nomor 1 dan 2, juga atribut partai dalam komplek TNI,” tegas Novyan.

Terkait insiden tersebut, Novyan mengimbau kepada anggota TNI AU untuk bersikap humanis.

“Anggota dalam video tersebut telah dilakukan tindakan oleh pimpinannya,” demikian Novyan. (jto,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.