Tank M113 milik TNI AD. (FT/RMOL.NET)

JAKARTA | duta.co – Kabar kecelakaan tank M113 di Bogowonto, Jawa Tengah, Sabtu (10/3) benar-benar memprihatinkan. Setidaknya ini kabar buruk bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Untuk itu, TNI AD menyatakan duka cita yang dalam.

Kadispen TNI AD Brigjen TNI Alfred Denny Tuejeh menyesalkan kecelakaan yang terjadi pukul 10.15 wib itu,  terlebih, tank tersebut mengangkut sekitar 20 anak-anak PAUD dan TK Sindurjan Kecamatan Purworejo.

“TNI AD sangat menyesalkan kejadian itu dan menyatakan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal,” ujar Alfred dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/3).

Sebagai bentuk keprihatinan, pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga korban, baik kepada Pratu Randi maupun Ketua Yayasan TK Ananda Iswandari.

Iswandari merupakan guru TK Sindurjan yang sedang mendampingi murid. TNI AD berharap kecelakaan serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

“Saat ini tim dari intel Divisi, Pom Divisi bekerja sama dengan Polres dan Satuan Pom setempat, sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini,” ujar Alfred.

Tank yang terperosok masuk ke sungai Bogowonto itu mengakibatkan dua korban meninggal yakni Pratu Randi dan Iswandari. Randi tewas akibat mengalami kelelahan menyelamatkan anak-anak supaya tidak terbawa arus, dan akhirnya dia sendiri juga terbawa arus. Sementara Iswandari meninggal di rumah sakit karena terbawa arus. (nes.rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.