SIDOARJO | duta.co – Program TMMD yang digulirkan Satgas TMMD ke-106 Kodim 0816 Sidoarjo bukan hanya pembangunan fisik saja, melainkan non fisik seperti digelarnya Sosialisasi Budidaya Ikan yang Baik oleh satgas TMMD bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, bertempat di Balai Desa Kupang, Selasa, (8/10/19).

Petugas dari Dinas Perikanan, Pungki Kumala Dewi Spi, dalam sosialisasi tersebut menjelaskan beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk bisa membudidayakan ikan.

“Tidak ada salahnya jika membudidayakan ikan. Selain untuk santapan sehari-hari, bapak-bapak dan ibu-ibu juga bisa mengembangkannya sebagai bisnis yang menjanjikan,” ujarnya.

Dalam hal ini, Pungki memaparkan beberapa poin dalam budidaya ikan nila. “Pertama anda harus memilih benih ikan Nila yang akan dibudidayakan. Disarankan menggunakan benih ikan Nila jantan semua dengan cara monosex. Cara ini lebih produktif daripada menggunakan benih Nila campuran. Benih Ikan Nila monosex banyak dijual di toko ikan hias,” paparnya.

Kedua, “Terdapat berbagai kolam budidaya Ikan Nila, diantaranya kolam terpal, semen, tanah, jaring terapung, dan tambak air payau. Anda dapat memilih salah satunya,” lanjutnya.

Sebelum memasukkan benih Ikan Nila ke dalam kolam budidaya, lanjutnya, lakukan adaptasi terlebih dahulu supaya ikan tidak kaget dengan kondisi kolam yang bisa mengakibatkan ikan mati.

“Caranya, taruhlah benih Ikan Nila kedalam wadah kemudian masukkan wadah ke dalam kolam budidaya lalu miringkan wadah supaya ikan berlari menuju kolam budidaya,” jelasnya.

Selanjutnya, tahap pemeliharaan Ikan Nila. Pada tahap pemeliharaan ini, ada tiga hal yang harus diperhatikan, diantaranya pengelolaan air.

“Kualitas air sangat penting bagi pertumbuhan Ikan Nila. Jaga oksigen dalam kolam, bila kandungan oksigen menurun, anda sebaiknya memperbesar aliran debit air sehingga sirkulasi airnya mengalir deras. Kemudian bila kolam tercium bau busuk, segera ganti air kolam anda. Caranya yaitu keluarkan air kolam ⅓ nya, kemudian tambahkan air baru,” terangnya.

Masih Pungki, ia melanjutkan, selanjutnya adalah pakan Ikan Nila yang berupa pelet dibutuhkan hanya 3% dari bobot tubuhnya. “Pemberian pakan Nila pada pagi dan sore hari,” ujarnya.

Ikan Nila termasuk jenis ikan yang tahan akan penyakit. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai adanya hama penyakit yang bisa menyerang. Penyakit pada ikan biasanya berupa infeksi yang menular lewat air.

Terakhir adalah panen. Ikan Nila yang siap panen dan dipasarkan biasanya berukuran 300-500 gram/ekor. Untuk memiliki berat tersebut, Ikan Nila membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.

“Jadi, anda harus bersabar menunggu 4-6 bulan hingga Ikan Nila siap dipanen,” urai Pungki.

Hadir dalam kegiatan warga Desa Kupang dan petugas Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Ibu Ir.Lilik Masamah MM (Kabid Pemberdayaan Budidaya ikan Propinsi), Bpk. Dika Gunawan. Spi. MM. (Kasi Pemberdayaan Pembudidayaan Dinas Perikanan Kab. Sidoarjo), Ibu Pungki Kumala Dewi Spi. (penyuluh Kabupaten), dan Bpk Agus Triono (penyuluh perikanan kec. Jabon), serta Bpk Kudaeri (pemberdaya air tawar Kab. Mojokerto). (nzm/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry